Prediksi Mengerikan Perang Nuklir AS dan Rusia, 5 Miliar Orang akan Mati Kelaparan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Fluktuasi sumber makanan utama, termasuk jagung, beras, gandum musim semi, dan kedelai, serta padang rumput ternak dan perikanan, semuanya diperhitungkan dalam model tersebut.
Sementara distribusi makanan di antara negara-negara yang tidak langsung terlibat dalam perang nuklir akan bergantung sebagian pada aliansi politik yang ada, rute perdagangan, dan faktor manusia lainnya yang tidak dapat dimasukkan ke dalam model iklim yang digunakan dalam penelitian ini.
Pola cuaca dalam model menunjukkan angin menggerakkan awan asap dan abu ke langit di atas negara produsen makanan utama seperti AS, China, Jerman, dan Inggris, hingga akhirnya mengakibatkan penurunan 90% pasokan pangan dunia.
AS dan Rusia, keduanya pengekspor makanan utama, akan melihat kapasitas produksi pangan mereka terganggu jika tidak sepenuhnya dihancurkan oleh perang nuklir itu sendiri.
Dampaknya akan sangat menghancurkan bagi negara-negara yang bergantung pada impor pangan untuk bertahan hidup.
"Data memberitahu kita satu hal: Kita harus mencegah perang nuklir terjadi," ujar profesor ilmu iklim dan rekan penulis studi Alan Robock.
Memusnahkan umat manusia sepenuhnya akan membutuhkan persenjataan seukuran negara adidaya.
“Meski demikian, perang nuklir antara negara-negara yang tidak terlalu bersenjata, seperti India dan Pakistan, akan membuat wilayah pertanian utama tidak dapat digunakan selama bertahun-tahun, memicu krisis pengungsi besar, serta efek musim dingin nuklir, bisa membuat sebanyak 2 miliar orang kelaparan,” ungkap para peneliti.
Sementara distribusi makanan di antara negara-negara yang tidak langsung terlibat dalam perang nuklir akan bergantung sebagian pada aliansi politik yang ada, rute perdagangan, dan faktor manusia lainnya yang tidak dapat dimasukkan ke dalam model iklim yang digunakan dalam penelitian ini.
Pola cuaca dalam model menunjukkan angin menggerakkan awan asap dan abu ke langit di atas negara produsen makanan utama seperti AS, China, Jerman, dan Inggris, hingga akhirnya mengakibatkan penurunan 90% pasokan pangan dunia.
AS dan Rusia, keduanya pengekspor makanan utama, akan melihat kapasitas produksi pangan mereka terganggu jika tidak sepenuhnya dihancurkan oleh perang nuklir itu sendiri.
Dampaknya akan sangat menghancurkan bagi negara-negara yang bergantung pada impor pangan untuk bertahan hidup.
"Data memberitahu kita satu hal: Kita harus mencegah perang nuklir terjadi," ujar profesor ilmu iklim dan rekan penulis studi Alan Robock.
Memusnahkan umat manusia sepenuhnya akan membutuhkan persenjataan seukuran negara adidaya.
“Meski demikian, perang nuklir antara negara-negara yang tidak terlalu bersenjata, seperti India dan Pakistan, akan membuat wilayah pertanian utama tidak dapat digunakan selama bertahun-tahun, memicu krisis pengungsi besar, serta efek musim dingin nuklir, bisa membuat sebanyak 2 miliar orang kelaparan,” ungkap para peneliti.
Lihat Juga :