Majalah Penghina Nabi Muhammad Kecam Penikaman Salman Rushdie

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:49 WIB
loading...
Majalah Penghina Nabi...
Salman Rushdie, penulis novel The Satanic Verses atau Ayat-Ayat Setan yang ditikam berkali-kali di leher dan dadanya saat berada di atas panggung di New York, AS. Majalah Prancis yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad mengecam penikaman Rushdie. Foto/REUTE
A A A
PARIS - Majalah satire Prancis; Charlie Hebdo, yang pernah menerbitkan kartun tentang Nabi Muhammad secara tidak pantas, mengecam penikaman mengerikan terhadap Salman Rushdie di New York, Amerika Serikat, pada Jumat.

Salman Rushdie adalah penulis novel "The Satanic Verses" atau "Ayat-Ayat Setan" yang telah difatwa mati oleh pemimpin revolusi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini sejak 1989.

Kantor redaksi Charile Hebdo pernah diserang pria bersenjata pada tahun 2015, membantai 12 staf majalah tersebut. Pembantaian itu dipicu oleh penerbitan kartun tentang Nabi Muhammad yang dianggap kalangan umat Islam sebagai penghinaan.

Baca juga: Ayat-Ayat Setan, Tragisnya Salman Rushdie, dan 33 Fatwa Mati Iran

Salman Rushdie, penulis asal India namun telah menjadi warga negara Inggris, telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di tempat persembunyian gara-gara fatwa mati dari pemimpin revolusi Iran. Fatwa mati dijatuhkan setelah novel "Ayat-Ayat Setan" dianggap Khomeini telah menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Menurut saksi mata, dia ditikam berkali-kali di leher dan dada saat berada di atas panggung sebuah acara sastra di New York. Akibat serangan pisau itu, dia kini menggunakan ventilator dan kemungkinan kehilangan salah satu matanya.

“Tidak ada yang membenarkan fatwa, hukuman mati,” kata pihak majalah Charlie Hebdo.

"Pada saat kami menulis kalimat ini, kami tidak tahu motif penyerang," lanjut majalah tersebut, seperti dikutip AFP.

Redaktur pelaksana majalah tersebut, yang dikenal sebagai Riss dan seorang yang selamat dari serangan tahun 2015, mengatakan penyerang Rushdie mungkin adalah seorang Muslim yang taat. "(Saya) mengecam kepala spiritual kecil dan biasa-biasa saja yang secara intelektual nihil dan tidak tahu budaya," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Sosok Arsitek Masjidilharam...
3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Menolak Dibayar
Maroko Rayakan Maulid...
Maroko Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Raja Mohammed VI Ampuni 681 Napi
Turki Geger Gara-gara...
Turki Geger Gara-gara Majalah Terbitkan Kartun yang Menghina Nabi Muhammad SAW
Kota Suci Madinah Jadi...
Kota Suci Madinah Jadi Kota Tersehat di Dunia, Ini 3 Alasan Utamanya
Penyerang Salman Rushdie...
Penyerang Salman Rushdie Dijatuhi Hukuman 25 Tahun Penjara
10 Paus Gereja Katolik...
10 Paus Gereja Katolik yang Hidup Sezaman dengan Nabi Muhammad
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved