Puluhan Ekonom Dunia Desak AS Cairkan Dana Afghanistan yang Dibekukan

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 13:27 WIB
loading...
A A A
Mereka menambahkan bahwa, meskipun ada beberapa faktor yang menyebabkan situasi ekonomi yang mengerikan di Afghanistan, pembekuan aset oleh AS dan sekutunya khususnya telah berkontribusi besar terhadap keruntuhan ekonomi Afghanistan.

Para ekonom dan akademisi, termasuk pemenang hadiah Nobel Ekonomi 2001 Joseph Stiglitz serta mantan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, mengecam pembekuan itu sebagai "tindakan pemaksaan" yang mencegah Bank Sentral Afghanistan (DAB) dari menjalankan "fungsi normal dan esensialnya."

Surat itu juga mengutip penilaian oleh Komite Penyelamatan Internasional - sebuah asosiasi bantuan kemanusiaan global yang didirikan atas permintaan Albert Einstein - yang memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan saat ini dapat menyebabkan lebih banyak kematian daripada perang selama dua puluh tahun.

Baca juga: Protes Anti Amerika Meletus di 7 Provinsi Afghanistan

Para penandatangan surat itu juga mengkritik keputusan Biden untuk menggunakan setengah dari jumlah yang dibekukan oleh Washington – USD3,5 miliar – sebagai kompensasi kepada para korban terorisme Taliban di Amerika, termasuk korban 9/11.

"Dengan semua hak, USD7 miliar sepenuhnya adalah milik rakyat Afghanistan. Keputusan untuk membagi dana ini menjadi dua adalah sewenang-wenang dan tidak dapat dibenarkan, dan mengembalikan apa pun yang kurang dari jumlah penuh merusak pemulihan ekonomi yang hancur," kata para ekonom.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved