Protes Anti Amerika Meletus di 7 Provinsi Afghanistan

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 12:06 WIB
loading...
Protes Anti Amerika Meletus di 7 Provinsi Afghanistan
Protes Anti Amerika Meletus di 7 Provinsi Afghanistan. FOTO/Tasnim News
A A A
KABUL - Ratusan warga Afghanistan membawa spanduk anti- Amerika pada Jumat (5/8/2022) untuk memprotes serangan pesawat tak berawak AS yang menurut Washington menewaskan pemimpin Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri bulan ini.

Protes diluncurkan sehari setelah Taliban mengatakan pemerintah mereka tidak memiliki informasi tentang Zawahiri "masuk dan tinggal" di ibu kota Kabul dan memperingatkan AS untuk tidak pernah mengulangi serangan di tanah Afghanistan.

Baca: Taliban Kesal karena AS Habisi Pemimpin al-Qaeda Zawahiri di Afghanistan

Foto-foto yang dibagikan di media sosial menunjukkan pengunjuk rasa di setidaknya tujuh provinsi Afghanistan membawa spanduk bertuliskan "Ganyang AS," "Joe Biden, berhenti berbohong" dan "Amerika pembohong."

Zawahiri, pemimpin tertinggi kelompok militan garis keras, tewas dengan rudal yang ditembakkan dari pesawat tak berawak saat dia berdiri di balkon tempat persembunyiannya di Kabul pada akhir pekan lalu, kata pejabat AS. Ini merupakan pukulan terbesar bagi para militan sejak meninggalnya Osama bin Laden lebih dari satu dekade lalu.

Kematian Zawahiri di Kabul menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia menerima perlindungan dari Taliban, yang telah meyakinkan AS sebagai bagian dari perjanjian 2020 tentang penarikan pasukan pimpinan AS bahwa mereka tidak akan menampung kelompok-kelompok militan lainnya.

Baca: Taliban Gelar Pertemuan Bahas Respons Serangan Drone AS yang Tewaskan Bos Al-Qaeda

Taliban memperingatkan Washington bahwa "jika insiden seperti itu terulang lagi dan jika wilayah Afghanistan dilanggar, maka tanggung jawab atas konsekuensi apa pun akan ada di Amerika Serikat."

Taliban memperoleh kendali penuh atas Afghanistan pada 15 Agustus tahun lalu setelah pasukan asing pimpinan AS menarik diri dan para pemimpin tinggi Afghanistan, termasuk presiden negara itu melarikan diri, menandai berakhirnya perang selama dua dekade.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1364 seconds (10.177#12.26)