Pangkalan Crimea Dibumihanguskan: 7 Pesawat Tempur Rusia Hancur, Ukraina Bungkam

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 07:10 WIB
loading...
Pangkalan Crimea Dibumihanguskan:...
Citra satelit dari Planet Labs menunjukkan Pangkalan Udara Saky, Crimea yang dikelola militer Rusia dibumihanguskan oleh serangkaian ledakan. Ukraina sejauh ini masih bungkam. Foto/Planet Labs PBC
A A A
CRIMEA - Serangkaian ledakan dahsyat pada Selasa lalu telah membumihanguskan Pangkalan Udara Crimea yang dikelola militer Rusia . Laporan terbaru dari citra satelit menyatakan tujuh pesawat tempur Moskow hancur.

Mengutip laporan CNN, Jumat (12/8/2022), selain tujuh pesawat tempur Rusia hancur, ledakan di Pangkalan Udara Saky, Crimea, juga menyebabkan satu orang tewas.

Beberapa pesawat yang hancur itu antara lain pesawat pengebom Su-24 dan Su-30.

Kementerian Pertahanan Rusia bersikeras rentetan ledakan itu disebabkan oleh amunisi yang disimpan dan bukan hasil dari serangan apa pun.

Baca juga: Ukraina Klaim 9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan Crimea

Citra satelit juga menunjukkan ledakan itu membakar sebagian vegetasi di sekitar pangkalan udara.

Laporan lain dari BBC mengatakan landasan pacu di pangkalan itu masih utuh meski diguncang beberapa ledakan.

Citra satelit itu dirilis oleh Planet Labs yang berbasis di Amerika Serikat.

William Alberque, pakar masalah pertahanan, mengatakan kepada BBC bahwa tiga bangunan yang juga rusak akibat ledakan mungkin digunakan untuk menyimpan senjata sementara.

Alberque menyebutnya sebagai serangan yang ditargetkan, tetapi Ukraina sejauh ini masih bungkam atau belum mengaku bertanggung jawab.

Pangkalan udara itu terletak 225 kilometer di belakang garis depan pasukan tempur Rusia. Itu dekat dengan resor tepi laut Novofedorivka dan Saky, tetapi asosiasi operator tur Rusia mengatakan mereka tampaknya tidak terpengaruh.

Tiga saksi mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mendengar ledakan keras dan melihat asap hitam membubung dari arah pangkalan di Novofedorivka.

Kiev belum memberikan pernyataan resmi, tetapi seorang pejabat senior Ukraina mengonfirmasi kepada Sky News bahwa Pasukan Khusus Ukraina melakukan operasi di Pangkalan Udara Saky, menandai serangan besar pertama di situs militer Rusia di Semenanjung Crimea sejak 2014.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menduga ledakan itu disebabkan oleh rokok dengan penerangan yang buruk.

“Saya pikir orang-orang militer Rusia di pangkalan udara ini merusak aturan mereka yang sangat sederhana: jangan merokok di tempat-tempat berbahaya,” katanya. "Itu dia," katanya lagi.

Belum jelas pernyataan Menteri Pertahanan Ukraina itu sebagai serius atau sebagai ledekan terhadap militer Rusia.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menyatakan fakta bahwa ada dua ledakan terpisah adalah bukti sebuah serangan telah dilakukan, bukan kesalahan perokok.

“Sangat sah bagi Ukraina untuk mengambil kekuatan mematikan, jika perlu...untuk mendapatkan kembali tidak hanya wilayahnya, tetapi juga untuk mendorong kembali penyerbunya,” kata Wallace.

Analis militer Ukraina Oleh Zhdanov setuju, menyatakan bahwa narasi asli dari serangan yang dilakukan oleh lone wolf itu menyesatkan.

"Kiev resmi bungkam tentang hal itu, tetapi secara tidak resmi militer mengakui bahwa itu adalah serangan Ukraina," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved