Israel Lancarkan Serangan Mematikan di Tepi Barat, Bunuh Komandan Tinggi Brigade Al-Aqsa

Rabu, 10 Agustus 2022 - 04:31 WIB
loading...
Israel Lancarkan Serangan...
Israel lancarkan serangan mematikan di Tepi Barat, bunuh komandan tinggi Brigade al-Aqsa. Foto/SFChronicle
A A A
YERUSALEM - Israel telah melancarkan serangan mematikan ke kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada hari Selasa, menewaskan seorang militan Palestina terkenal dan dua lainnya, serta melukai sedikitnya 44 penduduk setempat.

Serangan ini terjadi 24 jam setelah berakhirnya operasinya di Jalur Gaza terhadap Jihad Islam Palestina yang menewaskan dan melukai puluhan orang, sebagian besar warga sipil.

Putaran baru eskalasi sepihak Israel terhadap faksi Palestina, kali ini di Tepi Barat, menimbulkan pertanyaan tentang tujuan dan waktu kekerasan yang dapat memicu respons Palestina dan babak baru kekerasan.

Sementara Israel membenarkan kegiatan semacam itu dengan dalih memerangi 'teroris', beberapa orang mengaitkan eskalasi dengan pemilu Israel bulan depan di mana perdana menteri Yair Lapid perlu menopang kepercayaan militernya terhadap kembalinya Netanyahu.

Para korban serangan mematikan Israel adalah Ibrahim Nabulsi (26), Islam Suboh (25), dan seorang remaja Jamal Taha (16). Ketiganya adalah militan yang dicari oleh pasukan Israel selama berbulan-bulan, sementara warga Palestina berkabung atas mereka sebagai pahlawan perlawanan bersenjata melawan pendudukan.

“Pasukan Israel memasuki Nablus sekitar pukul 7:00 pagi serta mengepung kota tua, dan kemudian terlibat baku tembak dengan para pejuang yang bercokol di daerah tersebut," kata Ameen Abu Wardeh, seorang jurnalis lokal dan penduduk Nablus seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Rusia Anggap Israel Bersalah karena Serang Gaza, Ukraina Bela Aksi Brutal Zionis

Ia mengatakan baku tembak berlanjut selama lebih dari dua jam, di mana pasukan Israel memblokir semua pintu masuk ke kota tua itu.

"Awak medis tidak dapat mengevakuasi yang terluka sampai pasukan Israel mundur," tambahnya.

Media Israel pertama kali melaporkan bahwa pasukan Israel telah membunuh Ibrahim Nabulsi, seorang komandan Brigade Al-Aqsa, sayap bersenjata kelompok Fatah, yang telah buron selama berbulan-bulan. Kelompok Fatah adalah partai konstituen utama Otoritas Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan secara resmi berafiliasi dengan Presiden Mahmoud Abbas.

Meskipun Brigade Al-Aqsa dibentuk dari militan Fatah, mereka tidak mengikuti kepemimpinan politik Fatah. Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang juga pemimpin tertinggi Fatah, secara resmi membubarkan Brigade Al-Aqsa pada tahun 2005 dan telah berulang kali menentang aktivisme bersenjata Palestina secara umum.

Laporan media Israel mengutip tentara Israel yang mengatakan bahwa tentaranya mengepung sebuah rumah dan terlibat baku tembak dengan gerilyawan Palestina, sebelum menargetkan rumah itu dengan rudal yang diluncurkan dari bahu dan membunuh ketiga pria itu.

Suboh dan Taha meninggal di tempat, sementara Nabulsi dipindahkan ke rumah sakit setempat di kota Nablus, tetapi upaya untuk menyelamatkannya gagal, menurut kementerian kesehatan.

Baca juga: Pejabat Palestina Dibunuh di Lebanon, Beberapa Jam usai Gencatan Senjata Gaza

Sebuah rekaman suara beredar di akun media sosial Palestina, dikatakan dikirim oleh Nabulsi kepada wartawan lokal beberapa menit sebelum kematiannya.

“Beri tahu ibuku bahwa aku mencintainya, lindungi tanah air dan demi kehormatanmu, jangan pernah menjatuhkan senapanmu," demikian bunyi rekaman pesan suara itu. Al Araby tidak dapat memverifikasi keasliannya.

Kemudian di pagi hari, pengeras suara masjid di Nablus mengumumkan kematian Nabulsi dan dua rekannya yang bersenjata, Suboh dan Taha, serta menyatakan pemogokan umum di kota itu sebagai tanda berkabung.

“Semua bisnis tutup pada hari itu, begitu juga dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah," kata Abu Wardeh.

“Bahkan universitas al-Najah menangguhkan semua ujian untuk hari itu," imbuhnya.

Nablus telah menjadi pusat eskalasi Israel-Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Orang-orang bersenjata lokal berulang kali bentrok dengan pasukan Israel, yang mengawal pemukim Israel ke situs-situs keagamaan di kota itu dalam serangan malam hampir setiap minggu.

Baca juga: Kutuk Israel, Putri Kerajaan UEA Bandingkan Kematian Muslim di Gaza dengan Holocaust

Israel meningkatkan tindakan kerasnya terhadap Nablus dalam beberapa pekan terakhir. Pada akhir Juli, pasukan Israel membunuh dua militan Palestina setelah empat jam baku tembak yang digambarkan oleh penduduk setempat sebagai yang paling kejam dalam dua puluh tahun.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk serangan Israel, menyebutnya "pembantaian", dan memperingatkan Israel tentang "konsekuensi" yang tidak ditentukan.

Dengan Nabulsi, Suboh dan Taha, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun 2022 mencapai 129, di antaranya 46 orang tewas dalam pemboman Israel di Jalur Gaza selama akhir pekan.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Berita Terkini
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Infografis
Solid! Ratusan Brigade...
Solid! Ratusan Brigade Al Qassam Konvoi di Alun-alun Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved