AS Sebut Latihan China Serang Taiwan Provokatif

Minggu, 07 Agustus 2022 - 10:20 WIB
loading...
AS Sebut Latihan China Serang Taiwan Provokatif
AS sebut latihan China serang Taiwan provokatif dan tidak bertanggung jawab. Foto/New York Times
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuduh Beijing melakukan tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab setelah Taiwan mengatakan China melatih serangan di pulau itu. Gedung Putih mengatakan Beijing berusaha untuk "mengubah status quo" atas Taiwan.

Ketegangan yang meningkat mengikuti kunjungan delegasi AS yang dipimpin oleh Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan. China memandang kunjungan itu sebagai tantangan terhadap klaim kedaulatannya atas Taiwan, yang menganggap dirinya berbeda.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal dan pesawat China melakukan misi di Selat Taiwan pada hari Sabtu, dengan beberapa melintasi garis median - penyangga tidak resmi yang memisahkan kedua belah pihak. Jet tempur Taiwan dikerahkan untuk memperingatkan mereka.

Militer Taiwan mengatakan latihan itu merupakan simulasi serangan terhadap pulau itu.

Beijing belum mengomentari latihan terbaru, tetapi diperkirakan akan melanjutkan latihan militer di udara dan laut di sekitar Taiwan hingga Minggu.

Baca juga: Taipei Tuduh Militer China Simulasikan Serangan ke Wilayah Taiwan

Washington pun menuduh China meningkatkan ketegangan.

"Kegiatan ini merupakan eskalasi yang signifikan dalam upaya China untuk mengubah status quo. Mereka provokatif, tidak bertanggung jawab dan meningkatkan risiko salah perhitungan," kata juru bicara Gedung Putih.

"Mereka juga bertentangan dengan tujuan lama kami untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, yang diharapkan dunia," ia menambahkan seperti dikutip dari BBC, Minggu (7/8/2022).

China memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri yang pada akhirnya akan berada di bawah kendali Beijing. Namun, Taiwan adalah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang melihat dirinya berbeda dari China daratan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1387 seconds (11.97#12.26)