Biden Tak Terima Rusia Hukum Atlet AS 9 Tahun Penjara karena Narkoba

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 05:13 WIB
loading...
Biden Tak Terima Rusia...
Biden Tak Terima Rusia Hukum Atlet AS 9 Tahun Penjara karena Narkoba. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Pengadilan Rusia pada Kamis (4/8/2022) memvonis bintang bola basket Amerika Serikat (AS) Brittney Griner sembilan tahun penjara atas penyelundupan narkoba. Presiden AS Joe Biden menyebut putusan itu "tidak dapat diterima."

“Pengadilan mendapatkan terdakwa bersalah karena menyelundupkan dan memiliki narkotika dalam jumlah besar," kata hakim Anna Sotnikova di pengadilan di kota Khimki di luar Moskow, seperti dikutip dari AFP.

Baca: Biden Tawarkan Perundingan dengan Rusia, Minta China Terlibat

Sotnikova menghukum Griner, 31, sembilan tahun penjara dan mengatakan dia juga harus membayar denda satu juta rubel (USD 16.590). Biden segera merilis sebuah pernyataan, menyebut hukuman pengadilan Rusia terhadap Griner “tidak dapat diterima.”

“Rusia secara salah menahan Brittney. Itu tidak dapat diterima dan saya meminta Rusia untuk segera membebaskannya, sehingga dia bisa bersama istrinya, orang yang dicintai, teman, dan rekan satu timnya," kata Biden dalam pernyataannya.

Biden menegaskan, bahwa dia akan “bekerja tanpa lelah dan mengejar setiap jalan yang memungkinkan” untuk memulangkan Griner. Persidangan Griner dipercepat dalam beberapa hari terakhir ketika AS dan Rusia membahas potensi pertukaran tahanan yang dapat melibatkan bintang bola basket itu.

Baca: AI Sebut Ukraina Lakukan Kejahatan Perang, Ini Reaksi Rusia

Atlet basket setinggi 2,06 meter itu ditahan di bandara Moskow pada Februari setelah dia ditemukan membawa kartrid vape dengan minyak ganja di bagasinya. Penangkapan itu terjadi hanya beberapa hari sebelum Moskow melancarkan intervensi militernya di Ukraina.

Jaksa sebelumnya meminta peraih medali emas bola basket Olimpiade dua kali dan juara NBA Wanita itu dijatuhi hukuman sembilan setengah tahun penjara atas tuduhan penyelundupan narkoba.

Pengadilan Griner datang dengan ketegangan yang meningkat antara Moskow dan Washington atas intervensi militer Rusia di Ukraina yang telah memicu kecaman internasional dan serangkaian sanksi Barat.

Baca: AS Bunuh Bos al-Qaeda Zawahiri, Presiden Joe Biden: Keadilan Telah Ditegakkan

"Saya membuat kesalahan yang jujur dan saya berharap keputusan Anda tidak mengakhiri hidup saya di sini," kata Griner. “Saya ingin pengadilan memahami bahwa itu adalah kesalahan jujur yang saya buat saat terburu-buru, di bawah tekanan, mencoba pulih dari pasca-Covid dan hanya mencoba untuk kembali ke tim saya,” lanjutnya.

Griner mengaku bersalah atas tuduhan itu, tetapi mengatakan dia tidak bermaksud melanggar hukum atau menggunakan zat terlarang di Rusia. Tim pembelanya mengatakan mereka “sangat kecewa” dengan putusan tersebut dan akan mengajukan banding.

"Pengadilan benar-benar mengabaikan semua bukti pembelaan, dan yang paling penting, pengakuan bersalah," kata pengacara Maria Blagovolina dan Alexander Boykov dalam sebuah pernyataan. “Putusan itu sangat tidak masuk akal. Kami pasti akan mengajukan banding,” lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved