Kremlin: Rusia Siap untuk Kesepakatan Damai Ukraina

Kamis, 04 Agustus 2022 - 14:55 WIB
loading...
Kremlin: Rusia Siap...
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto/Al Arabiya
A A A
MOSKOW - Ukraina dapat mengakhiri konflik yang sedang berlangsung kapan saja dengan mengakui kondisi Rusia . Hal itu diungkapkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

“Rusia siap (untuk kesepakatan damai), pihak Ukraina sangat menyadari persyaratan kami. Dengan satu atau lain cara, mereka akan dipenuhi,” kata pejabat Kremlin itu kepada wartawan seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (4/8/2022).

Peskov melanjutkan untuk menjelaskan bahwa pada akhir Maret kedua negara hampir menyelesaikan perbedaan mereka dengan cara yang dapat diterima oleh Rusia, tetapi rancangan perjanjian yang disiapkan selama pertemuan di Istanbul ditolak oleh pihak Ukraina.

Baca juga: Rusia Sebut AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina

Kiev memutuskan pembicaraan dengan Moskow setelah menuduh Rusia melakukan kejahatan perang, tuduhan yang menurut Rusia didasarkan pada bukti palsu. Kepemimpinan Ukraina sejak itu bersikeras bahwa negosiasi hanya dapat dilanjutkan setelah Rusia dikalahkan di medan perang dengan bantuan senjata Barat.

Dmitry Peskov juga mengomentari kunjungan baru-baru ini ke Moskow oleh mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder. Juru bicara Kremlin itu mengkonfirmasi Schroeder bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Terlepas dari spekulasi media bahwa mantan pemimpin Jerman itu dapat menjadi mediator dalam konflik Ukraina, pria berusia 78 tahun itu tidak menyatakan keinginannya untuk melakukannya, kata Peskov.

Baca juga: Ukraina Sebut Rusia Siapkan Serangan ke Kampung Halaman Zelensky

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.

Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Zelensky: Pertempuran di Donbass adalah Neraka

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved