Kapal Pertama Pengangkut Gandum Ukraina Masuki Perairan Turki
Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:41 WIB
loading...
Kapal Pertama Pengangkut Gandum Ukraina Masuki Perairan Turki. FOTO/Reuters
A
A
A
KIEV - Pengiriman pertama gandum Ukraina meninggalkan Odessa dan memasuki perairan Turki , Rabu (3/8/2022). Kapal itu berlayar di bawah kesepakatan penting untuk mencabut blokade Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam.
Kapal Razoni yang berbendera Sierra Leone tiba di tepi Selat Bosphorus tak lama setelah Kiev mengumumkan dimulainya evakuasi wajib dari wilayah Donetsk yang dilanda perang. Razoni berlayar di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Turki dan PBB yang bertujuan untuk membawa jutaan ton produk yang terperangkap ke pasar dunia dan mengekang krisis pangan global.
Baca: Rusia dan Ukraina Capai Kesepakatan Terkait Ekspor Gandum
Kapal itu akan diperiksa di dekat Istanbul oleh tim yang mencakup pejabat Rusia dan Ukraina, sebelum mengirimkan kargo 26.000 ton jagung ke Tripoli, Lebanon. Kiev mengatakan, setidaknya 16 kapal pengangkut gandum menunggu izin untuk berangkat.
Penghentian pengiriman dari Ukraina - salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia - telah berkontribusi pada melonjaknya harga pangan, memukul negara-negara termiskin di dunia dengan sangat keras.
Kapal Razoni yang berbendera Sierra Leone tiba di tepi Selat Bosphorus tak lama setelah Kiev mengumumkan dimulainya evakuasi wajib dari wilayah Donetsk yang dilanda perang. Razoni berlayar di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Turki dan PBB yang bertujuan untuk membawa jutaan ton produk yang terperangkap ke pasar dunia dan mengekang krisis pangan global.
Baca: Rusia dan Ukraina Capai Kesepakatan Terkait Ekspor Gandum
Kapal itu akan diperiksa di dekat Istanbul oleh tim yang mencakup pejabat Rusia dan Ukraina, sebelum mengirimkan kargo 26.000 ton jagung ke Tripoli, Lebanon. Kiev mengatakan, setidaknya 16 kapal pengangkut gandum menunggu izin untuk berangkat.
Penghentian pengiriman dari Ukraina - salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia - telah berkontribusi pada melonjaknya harga pangan, memukul negara-negara termiskin di dunia dengan sangat keras.
Lihat Juga :