Dulu Lawan Sekarang Kawan, Ini Sejarah Perang Chechnya dan Rusia

Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:46 WIB
loading...
A A A
Stalin pun akhirnya mengasingkan warga Chechnya. Kejamnya, rezim Stalin juga membunuh sekitar sepertiga dari populasi Chechnya saat perjalanan ke Kazakhstan.

Setelah keruntuhan Uni Soviet tahun 1991, Federasi Rusia dalam kondisi buruk. Presiden terpilih Boris Yeltsin bekerja keras untuk meredam aspirasi nasionalistik di antara rakyatnya.

Namun, pada akhir tahun 1991, Ukraina, Belarus, Georgia, Moldova, Latvia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan beberapa wilayah lain mendeklarasikan kemerdekaannya. Dalam hal ini, Chechnya melakukan hal serupa.

Militan Chechnya yang dipimpin mantan jenderal angkatan udara Soviet; Dzokhar Dudayev, melakukan kudeta terhadap pemerintah yang bersekutu dengan Uni Soviet. Setelahnya, dia terpilih menjadi pemimpin Chechnya. Namun, Boris Yeltsin menolaknya.

Tak berselang lama, Chechnya justru dilanda perang saudara antara pro-Dudayev dan kontra-Dudayev. Dalam hal ini, faksi kontra-Dudayev meminta bantuan Moskow.

Setelah terlibat konflik, Boris Yeltsin memberi ultimatum agar semua faksi yang bertikai meletakan senjatanya. Dudayev menolak ultimatum tersebut. Pada akhirnya, Rusia melanjutkan pengeboman dan menyasar militer Chechnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Gelombang Panas Nyaris...
Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh
Rekomendasi
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Dominasi Bintang Liga...
Dominasi Bintang Liga Inggris di Piala Dunia 2026
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Berita Terkini
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved