ASEAN dan China Berseteru, Dua Kapal Induk AS Unjuk Kekuatan
Senin, 29 Juni 2020 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Sangat jarang untuk melihat tiga kapal induk AS beroperasi pada waktu yang sama di Pasifik Barat dan bahkan lebih tidak biasa bagi tiga kapal induk menggelar latihan gabungan secara terpisah dalam kerangka waktu yang cepat.
“Kami secara agresif mencari setiap peluang untuk memajukan dan memperkuat kemampuan dan kecakapan kami dalam melakukan operasi perang seluruh domain,” kata komandan Carrier Strike Group 5, Laksamana Muda George Wikoff. (Baca: AS Kerahkan 3 Kapal Induk ke Indo-Pasifik, Warning bagi China )
"Angkatan Laut AS tetap memiliki misi yang siap dan dikerahkan secara global. Operasi dua kapal induk menunjukkan komitmen kami terhadap sekutu regional, kemampuan kami untuk secara cepat memerangi kekuatan di Indo-Pasifik, dan kesiapan kami untuk menghadapi semua pihak yang menentang norma-norma internasional yang mendukung stabilitas regional," ujarnya.
Fokus pernyataan Wikoff itu pada sekutu regional akan menambah tekanan yang meningkat pada China, yang mengklaim banyak wilayah di Laut China Selatan, meskipun Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei memiliki klaim yang tumpang tindih di perairan di mana China, AS, Jepang dan beberapa negara ASEAN beroperasi secara rutin.
Pada hari Sabtu, ASEAN mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Vietnam atas nama 10 negara blok tersebut bahwa perjanjian laut tahun 1982 PBB harus menjadi dasar dari hak kedaulatan dan hak-hak di jalur air yang disengketakan. (Baca: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )
“Kami secara agresif mencari setiap peluang untuk memajukan dan memperkuat kemampuan dan kecakapan kami dalam melakukan operasi perang seluruh domain,” kata komandan Carrier Strike Group 5, Laksamana Muda George Wikoff. (Baca: AS Kerahkan 3 Kapal Induk ke Indo-Pasifik, Warning bagi China )
"Angkatan Laut AS tetap memiliki misi yang siap dan dikerahkan secara global. Operasi dua kapal induk menunjukkan komitmen kami terhadap sekutu regional, kemampuan kami untuk secara cepat memerangi kekuatan di Indo-Pasifik, dan kesiapan kami untuk menghadapi semua pihak yang menentang norma-norma internasional yang mendukung stabilitas regional," ujarnya.
Fokus pernyataan Wikoff itu pada sekutu regional akan menambah tekanan yang meningkat pada China, yang mengklaim banyak wilayah di Laut China Selatan, meskipun Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei memiliki klaim yang tumpang tindih di perairan di mana China, AS, Jepang dan beberapa negara ASEAN beroperasi secara rutin.
Pada hari Sabtu, ASEAN mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Vietnam atas nama 10 negara blok tersebut bahwa perjanjian laut tahun 1982 PBB harus menjadi dasar dari hak kedaulatan dan hak-hak di jalur air yang disengketakan. (Baca: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )
Lihat Juga :