Meski Mampu, Iran Mengaku Tak Berniat Bikin Bom Atom
Selasa, 02 Agustus 2022 - 04:34 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2018, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuang pakta nuklir, di mana Iran mengekang pekerjaan pengayaan uraniumnya, jalur potensial menuju senjata nuklir, dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi internasional.
Baca: Iran Akan Matikan Kamera IAEA Sampai Kesepakatan Nuklir Dipulihkan
Iran telah menanggapi proposal diplomat tinggi Uni Eropa Josep Borrell yang bertujuan untuk menyelamatkan perjanjian nuklir, dan mencari kesimpulan cepat untuk negosiasi, kata perunding nuklir Iran pada hari Minggu. Borrell mengatakan, dia telah mengusulkan draf teks baru untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu.
"Setelah bertukar pesan pekan lalu dan meninjau teks yang diusulkan, ada kemungkinan bahwa dalam waktu dekat kami akan dapat mencapai kesimpulan tentang waktu putaran baru negosiasi nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani.
Garis besar kesepakatan yang dihidupkan kembali pada dasarnya disepakati pada bulan Maret, setelah 11 bulan pembicaraan tidak langsung di Wina antara Teheran dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden.
Baca: Iran Akan Matikan Kamera IAEA Sampai Kesepakatan Nuklir Dipulihkan
Iran telah menanggapi proposal diplomat tinggi Uni Eropa Josep Borrell yang bertujuan untuk menyelamatkan perjanjian nuklir, dan mencari kesimpulan cepat untuk negosiasi, kata perunding nuklir Iran pada hari Minggu. Borrell mengatakan, dia telah mengusulkan draf teks baru untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu.
"Setelah bertukar pesan pekan lalu dan meninjau teks yang diusulkan, ada kemungkinan bahwa dalam waktu dekat kami akan dapat mencapai kesimpulan tentang waktu putaran baru negosiasi nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani.
Garis besar kesepakatan yang dihidupkan kembali pada dasarnya disepakati pada bulan Maret, setelah 11 bulan pembicaraan tidak langsung di Wina antara Teheran dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden.
Lihat Juga :