Profil Said Ismagilov, Ulama Besar Ukraina yang Ikut Berperang Melawan Rusia

Senin, 01 Agustus 2022 - 20:30 WIB
loading...
Profil Said Ismagilov,...
Ulama Ukraina Sheikh Said Ismagilov ikut berperang melawan Rusia. Foto/risu.ua
A A A
KIEV - Permasalahan Rusia dan Ukraina tampaknya belum kunjung usai. Hal ini membuat masyarakat terbelah menjadi dua, ada yang pro-Rusia dan ada juga yang pro-Ukraina.

Sebagai seorang Muslim Ukraina, Sheikh Said Ismagilov turut lantang menyuarakan pendapatnya dalam melawan Rusia. Bahkan, sang mufti juga tidak segan untuk ikut berperang.

Ia pun melepaskan jabatannya sebagai mufti pada Juni kemarin dan menjadi pengemudi penembak jitu di unit medis ASAP Hottabich. Ia bertugas mengevakuasi mereka yang terluka di garis depan.

Baca juga: Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Rusia Transfer Rp297 Triliun ke Turki

Said Ismagilov yang berasal dari Donetsk, lahir pada 9 Agustus 1978. Dia terkenal lantang dalam melawan separatis pro-Rusia yang menguasai wilayah Donbass.

Berkat kekritisan pemikiran dan kelantangannya tersebut, Sheikh Said Ismagilov bahkan hampir meregang nyawa saat melewati wilayah Donbass.

Mobil yang dikendarainya mendapatkan tembakan hingga menembus kaca mobil. Beruntung ia memakai rompi antipeluru sehingga dirinya dapat selamat dari serangan peluru tersebut.

Baca juga: Rusia Peringatkan AS dan UE Soal Ketegangan Baru di Kosovo: Setop Provokasi!

Said Ismagilov menempuh pendidikan agama di Departemen Teologi Universitas Islam Moskow dan lulus pada tahun 1997.

Melalui studinya, dia memperoleh gelar Diploma dan Imam Khatib. Pada tahun 2022, sang imam melanjutkan pendidikannya di universitas negeri, Institute of Artificial Intelligence, Departemen Filsafat dan Studi Agama.

Selama lima tahun menempuh pendidikan di sana, Said Ismagilov memperoleh dua gelar yaitu gelar sarjana di bidang filsafat dan gelar magister di bidang pendidikan agama.

Selain pendidikan yang cerah, Ismagilov juga menguasai empat bahasa, yaitu Bahasa Ukraina, Rusia, Tatar dan Arab.

Pada 25 Januari 2009, Said Ismagilov yang tergabung dengan Majelis Administrasi Keagamaan Muslim Ukraina (RAMU) “Umma” terpilih menjadi mufti.

Dirinya terpilih berkat kepeduliannya terhadap kepentingan muslim Ukraina dan tidak pernah menggunakan jabatannya untuk kepentingan pibadi.

Selama menjadi mufti, Said Ismagilov melakukan banyak hal untuk kemanusiaan, memperkuat hubungan antaragama, dan kedamaian.

Tidak hanya menjadi seorang mufti, Said Ismagilov juga merupakan cendekiawan Islam dan tokoh masyarakat. Selain itu, dia menjadi salah satu penulis dan penggagas dari Piagam Muslim Ukraina dan Konsepsi Sosial Muslim Ukraina.

Said Ismagilov dikenal berkat sikap pro-Ukraina yang terbuka. Dia pun turut aktif dalam mengungkapkan pendapatnya mengenai isu-isu di Ukraina dan global.

Berkat pengaruhnya itu, Said Ismagilov masuk ke dalam 100 orang paling berpengaruh di Ukraina tahun 2020 yang dikeluarkan oleh majalah Ukraina, The Correspondent.

Said Ismagilov menempati peringkat 84 dari 100 tokoh. Sebelumnya, ia juga pernah masuk ke dalam daftar tersebut di peringkat 96 pada tahun 2018.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved