Rusia Peringatkan AS dan UE Soal Ketegangan Baru di Kosovo: Setop Provokasi!

Senin, 01 Agustus 2022 - 16:23 WIB
loading...
Rusia Peringatkan AS...
Polisi Kosovo berada di Jarinje, Kosovo, 21 September 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Pemerintah Kosovo dan pendukungnya di Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) harus menghentikan provokasi mereka dan menghormati hak-hak etnis Serbia di Kosovo.

Peringatan itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova pada Minggu (31/7/2022).

Pasukan Serbia disiagakan tinggi dan penduduk setempat di utara provinsi yang memisahkan diri itu mendirikan barikade, saat polisi etnik Albania bersiap melakukan tindakan keras.

Baca juga: Serbia dan Kosovo Bersitegang Gara-gara AS

Sirene serangan udara dan lonceng gereja berbunyi di Kosovo utara pada Minggu, setelah Perdana Menteri (PM) Kosovo Albin Kurti mengumumkan operasi polisi untuk melarang plat nomor dan dokumen identitas Serbia.

Kurti mengklaim ini tentang keadilan dan hukum yang setara di semua wilayah yang diklaim pemerintahnya.

“Keputusan Pristina tidak masuk akal dan diskriminatif, dan penggantian paksa dokumen pribadi mereka adalah langkah lain menuju pengusiran penduduk Serbia dari Kosovo, serta lembaga-lembaga Serbia Kosovo yang menjamin perlindungan hak-hak penduduk Serbia dari keinginan sewenang-wenang kubu radikal di Pristina,” tegas Zakharova.

Baca juga: Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Rusia Transfer Rp297 Triliun ke Turki

“Kurti sengaja memicu eskalasi untuk melancarkan tindakan keras bersenjata, tidak hanya terhadap warga Serbia di Kosovo tetapi juga terhadap Beograd, yang ingin dinetralisir oleh Barat dengan menggunakan etnis Albania sebagai proksi,” papar Zakharova.

“Rusia menyerukan Pristina dan AS serta Uni Eropa di belakangnya untuk menghentikan provokasi dan menghormati hak-hak orang Serbia di Kosovo," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan negaranya “tidak pernah berada dalam situasi yang lebih kompleks dan sulit.”

Menurut Vucic, pihak berwenang Pristina mencoba memanfaatkan situasi saat ini di dunia untuk memulai konflik sambil menggambarkan dirinya sebagai korban.

“Belum ada pasukan Serbia yang melewati garis administrasi ke Kosovo,” ungkap Kementerian Pertahanan di Beograd, menggambarkan rumor yang beredar di media sosial sebagai “disinformasi” atas nama Pristina.

Penduduk lokal Serbia mendirikan barikade di tiga pos pemeriksaan di sepanjang garis administrasi, di mana polisi yang menjawab perintah Kurti dikerahkan untuk menghentikan semua kendaraan dengan pelat atau dokumen Serbia.

Ada laporan yang belum dikonfirmasi tentang tembakan dan cedera di antara warga sipil.

Kosovo diduduki NATO pada tahun 1999, setelah perang udara selama 78 hari melawan Yugoslavia.

Pemerintah etnis Albania di Pristina mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, dengan dukungan AS, tetapi belum diakui Serbia, Rusia, China, atau PBB.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved