Pakar: AS Belum Lewati Gelombang Pertama Pandemi Covid-19

Senin, 29 Juni 2020 - 03:23 WIB
loading...
Pakar: AS Belum Lewati...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence dalam sebuah tulisan yang diterbitkan Wall Street Journal pada pertengahan Juni mengatakan, bahwa tidak ada gelombang kedua pandemi Covid-19 di AS. Pence juga mengatakan bahwa AS telah memenangkan perang melawan virus.

Namun, banyak ahli kesehatan masyarakat menyarankan tidak ada waktu untuk merayakannya. Sekitar 120 ribu orang Amerika telah meninggal karena virus ini dan jumlah harian kasus baru di AS adalah yang tertinggi dalam lebih dari sebulan, didorong oleh peningkatan yang mengkhawatirkan baru-baru ini di Selatan dan Barat.

(Baca: Peneliti Peringatkan Covid-19 Sebabkan Lebih Banyak Masalah Kesehatan )

Para ahli sepakat mengatakan bahwa gelombang kedua infeksi bukanlah istilah yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi di AS saat ini. Ini karena para ahli menilai AS belum melewati gelombang pertama virus ini.

"Ketika Anda memiliki 20 ribu lebih infeksi per hari, bagaimana Anda dapat berbicara tentang gelombang kedua. Kita berada di gelombang pertama. Mari kita keluar dari gelombang pertama sebelum Anda memiliki gelombang kedua," ucap Anthony Fauci dari National Institutes of Health, seperti dilansir Japan Today.

Jelas ada puncak infeksi awal pada bulan April ketika kasus meledak di New York City. Setelah sekolah dan bisnis ditutup di seluruh negeri, tingkat kasus baru agak menurun. Tapi, menurut Caitlin Rivers, seorang peneliti penyakit di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins, ini lebih merupakan dataran tinggi, atau mesa, bukan palung setelah gelombang.

Musim flu terkadang menandakan gelombang infeksi kedua. Tetapi dalam kasus-kasus itu, gelombang kedua adalah lonjakan baru yang berbeda dalam kasus-kasus dari strain flu yang berbeda dari strain yang menyebabkan penyakit sebelumnya. Itu tidak terjadi dalam pandemi Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
AS-Israel, Negara Sekutu...
AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen
Rekomendasi
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Infografis
Donald Trump Bisa Menjadi...
Donald Trump Bisa Menjadi Presiden Pertama AS yang Dipenjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved