Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Rusia Transfer Rp297 Triliun ke Turki

Senin, 01 Agustus 2022 - 14:53 WIB
loading...
Bangun Pembangkit Listrik...
Pembangkit Tenaga Nuklir Akkuyu di Mersin, Turki. Foto/Wikicommons
A A A
MOSKOW - Rusia mentransfer USD20 miliar (Rp297 triliun) ke Turki untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) utama.

Kedua negara terus memperluas kerja sama energi dan memajukan kebutuhan energi Turki yang terus meningkat.

Menurut laporan Bloomberg pada Jumat (29/7/2022), pejabat senior Turki yang mengetahui masalah ini mengatakan perusahaan milik negara Rusia Rosatom mengirim sekitar USD5 miliar pekan lalu ke perusahaan Turki Akkuyu Nuclear JSC, yang sedang membangun PLTN di kota Mersin, Turki selatan.

Baca juga: Miliarder Rusia: Putin Tak Ingin Caplok Ukraina, tapi Menghancurkannya

Selanjutnya USD15 miliar akan ditransfer selama beberapa pekan mendatang, memperkuat kemitraan antara perusahaan dan afiliasi, yang dimulai dengan perjanjian kerjasama yang ditandatangani pada tahun 2010.

Proyek ini juga dibiayai Sberbank dan Sovcombank, yang sebelumnya merupakan pemberi pinjaman terbesar di Rusia.

Menurut pejabat Turki, pembiayaan proyek diatur untuk menutupi semua kebutuhan pengadaan pabrik selama dua tahun ke depan.

Di bawah kontrak jangka panjang, Rosatom menyediakan desain, konstruksi, pemeliharaan, pengoperasian, dan dekomisioning pembangkit listrik Akkuyu, dengan unit pertamanya akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2023.

Tiga unit dan reaktor lainnya kemudian direncanakan mulai beroperasi satu per satu setiap tahun hingga tahun 2026 dengan total kapasitas terpasang 4.800 megawatt (MW).

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Fatih Donmez, pembangkit listrik tersebut diperkirakan menghasilkan 35 miliar kilowatt-jam (kWh) listrik setiap tahun, yang akan menyediakan sekitar 10% dari kebutuhan listrik domestik Turkiye.

Transfer dana dari Rusia dan pembangkit listrik Akkuyu yang direncanakan datang lebih dari sepekan setelah Mesir mengumumkan fase pertama pembangkit listrik tenaga nuklir El-Dabaa, yang juga dibantu Rusia dan perusahaannya Rosatom.

Pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir Ankara dan Kairo merupakan dorongan baru untuk sumber energi yang lebih beragam dan andal, terutama pada saat sebagian besar dunia akan semakin mengalami kekurangan pasokan energi yang parah di tengah transisi ke bentuk energi yang “lebih hijau” dan jauh dari bahan bakar fosil.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved