Serbia dan Kosovo Bersitegang Gara-gara AS

Senin, 01 Agustus 2022 - 07:53 WIB
loading...
Serbia dan Kosovo Bersitegang...
Serbia dan Kosovo kembali bersitegang. Pemicunya adalah Kosovo, atas permintaan AS, akan melarang masuk setiap kendaraan berpelat nomor Serbia. Foto/REUTERS
A A A
PRISTINA - Serbia dan Kosovo kembali bersitegang. Musababnya, pihak Kosovo, atas permintaan Amerika Serikat (AS), akan melarang masuk setiap kendaraan berpelat nomor Serbia.

Pada Minggu malam, pengunjuk rasa memarkir truk yang sarat dengan kerikil dan alat berat lainnya di jalan menuju dua persimpangan perbatasan, Jarinje dan Bernjak, di wilayah berpenduduk mayoritas Serbia.

Polisi Kosovo mengatakan mereka harus menutup penyeberangan perbatasan.

"Situasi keamanan secara keseluruhan di kota-kota otonom utara Kosovo tegang," kata misi yang dipimpin NATO untuk Kosovo, KFOR, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (1/8/2022).

Baca juga: Menteri Serbia: Mata-mata Asing Coba Paksa Saya Bersikap Anti-Rusia

Empat belas tahun setelah Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia, sekitar 50.000 orang Serbia yang tinggal di wilayah utara menggunakan pelat nomor dan surat-surat yang dikeluarkan oleh pemerintah Serbia, menolak untuk mengakui organisasi di Ibu Kota Kosovo; Pristina.

Kosovo telah diakui oleh lebih dari 100 negara di dunia sebagai negara merdeka tetapi tidak oleh Serbia atau pun Rusia.

Pemerintah Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti mengatakan akan memberi Serbia masa transisi 60 hari untuk mendapatkan pelat nomor Kosovo, setahun setelah menyerah mencoba memaksakannya karena protes serupa.

Pemerintah juga memutuskan bahwa mulai 1 Agustus, semua warga negara Serbia yang mengunjungi Kosovo harus mendapatkan dokumen tambahan di perbatasan untuk mengizinkan mereka masuk.

Aturan serupa juga diterapkan oleh pemerintah Beograd kepada warga Kosovo yang mengunjungi Serbia.

Tetapi setelah ketegangan pada Minggu malam dan konsultasi dengan duta besar Uni Eropa dan AS, pemerintah Kosovo mengatakan akan menunda rencananya selama sebulan dan mulai implementasi pada 1 September.

Sebelumnya pada hari Minggu, polisi Kosovo mengatakan tembakan dilepaskan ke arah unit polisi tetapi untungnya tidak ada yang terluka.

Menurut laporan Reuters, para pengunjuk rasa yang marah memukuli sejumlah orang Albania yang melewati jalan-jalan yang diblokir dan beberapa mobil diserang.

Sirene serangan udara terdengar selama lebih dari tiga jam di kota kecil Mitrovica Utara, yang sebagian besar dihuni oleh orang Serbia.

Ketegangan antara kedua negara tetap tinggi dan perdamaian Kosovo yang rapuh dipertahankan oleh misi NATO dengan 3.770 tentara di lapangan. Penjaga perdamaian Italia muncul di dalam dan sekitar Mitrovica pada hari Minggu.

Pada tahun 2013, kedua negara berjanji untuk bergabung dalam dialog yang disponsori oleh Uni Eropa untuk mencoba menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan tetapi hanya membuat sedikit kemajuan.

Di Moskow, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyalahkan meningkatnya ketegangan pada apa yang disebutnya "aturan diskriminatif tak berdasar" yang diberlakukan oleh pemerintah Kosovo.

Richard Grenell, yang merundingkan kesepakatan Kosovo-Serbia di bawah pemerintahan Donald Trump setelah menjadi penanggung jawab komunitas intelijen AS, pada hari Minggu menyalahkan PM Kosovo Albin Kutri atas ketegangan baru dengan Serbia.

Dia juga mengecam Departemen Luar Negeri AS karena memungkinkan Kutri bertindak.

“Apa yang terjadi di Balkan bukanlah Rusia. Siapa pun yang mengatakan ini kepada Anda sedang mencoba memanipulasi Anda," tulis Grenell di Twitter pada Minggu malam.

“Ini tentang Albin Kurti mencoba sekali lagi untuk memberikannya [pada] Serbia. Dia hidup di masa lalu.”

“Orang-orang Kosovo menginginkan perdamaian dan pekerjaan, Albin. Berhentilah berkelahi,” imbuh Grenell.

Menurut Grenell, ini semua tentang Kurti yang membuat langkah sepihak untuk menolak ID dan pelat nomor Serbia di dalam wilayah Kosovo, yang dia sebut “tidak perlu".

Menggambarkan PM Albin Kurti sebagai "fasis radikal kiri dan berpengalaman", Grenell lebih lanjut menyebut tindakannya "bodoh" dan "sembrono".

Dia mendesak para pemimpin Serbia untuk tidak mengambil "umpan".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
AS-Iran Setujui Naskah...
AS-Iran Setujui Naskah Kesepakatan Damai, MoU Diteken 19 Juni
Rekomendasi
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Berita Terkini
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved