Kecil Kemungkinan China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Rusia-AS

Minggu, 28 Juni 2020 - 21:54 WIB
loading...
A A A
"Pada akhirnya, China dan kekuatan nuklir lainnya perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas pelucutan nuklir. Tetapi, saat ini taruhan terbaik AS dan Rusia adalah memperpanjang pakta tanpa syarat selama lima tahun lagi untuk membeli waktu untuk pembicaraan mengenai kesepakatan penerus," ucapnya.

Menurut Kimball, ini akan meningkatkan prospek bahwa China mungkin berkontribusi pada proses pelucutan senjata di masa depan.

(Baca: Jepang Singkirkan Sistem Rudal Aegis Ashore AS Senilai Rp59,8 Triliun )

"Tanpa "New START", dua negara dengan persenjataan nuklir terbesar tidak akan dibatasi untuk pertama kalinya dalam hampir lima dasawarsa dan risiko perlombaan senjata nuklir habis-habisan yang berbahaya akan tumbuh," ujarnya.

China sendiri telah menolak untuk duduk bersama AS dan Rusia di Wina pada pertengahan Juni lalu untuk membahas masa depan "New START, yang merupakan pakta kontrol senjata besar terakhir, yang akan berakhir Februari tahun depan. Beijing berpendapat, mereka hanya memiliki sangat sedikit persenjataan nuklir dibandingkan Rusia dan AS.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved