Gebyok, Pintu Ukiran Jawa Jadi Hadiah Khusus Ulang Tahun Sultan Brunei Hassanal Bolkiah
Jum'at, 29 Juli 2022 - 22:58 WIB
loading...
A
A
A
Resepsi peringatan HUT ke-76 Sultan Hassanal Bolkiah bersama para duta besar asing merupakan kegiatan rutin tahunan dengan hadiah yang dipersiapkan secara bergiliran dari setiap kawasan.
Untuk kali ini, para duta besar kawasan Asia Tenggara didapuk memilih hadiah untuk Sultan Hassanal Bolkiah, dan setelah berbagai pertimbangan, terpilihlah gebyok usulan dari Dubes Sujatmiko.
Selain untuk memperkenalkan keindahan gebyok beserta filosofinya, persembahan karya ukiran ini diharapkan juga akan mempromosikan produk kerajinan Indonesia berkualitas tinggi kepada warga Brunei.
Dibuat oleh perajin dari Jepara selama kurang lebih dua bulan, gebyok ini terbuat dari kayu jati solid berdimensi panjang 3 meter dan tinggi 2,7 meter.
Pada bagian atas gebyok terdapat lambang Sultan Hassanal Bolkiah, sementara pada kerangka intinya terdapat ukiran kaligrafi Arab dua kalimat Syahadat serta Lafzhul Jalaalah (Allah) dan nama “Muhammad" di kedua sisinya.
Pintu dan panel samping gebyok diukir dengan hiasan dekoratif bunga yang menggabungkan dua gaya ukiran Jawa. Pintunya diukir dengan motif khusus yang disebut “Majapahitan" dan panelnya diukir dengan motif bunga mawar yang merupakan motif krawangan “Kudusan".
Untuk kali ini, para duta besar kawasan Asia Tenggara didapuk memilih hadiah untuk Sultan Hassanal Bolkiah, dan setelah berbagai pertimbangan, terpilihlah gebyok usulan dari Dubes Sujatmiko.
Selain untuk memperkenalkan keindahan gebyok beserta filosofinya, persembahan karya ukiran ini diharapkan juga akan mempromosikan produk kerajinan Indonesia berkualitas tinggi kepada warga Brunei.
Dibuat oleh perajin dari Jepara selama kurang lebih dua bulan, gebyok ini terbuat dari kayu jati solid berdimensi panjang 3 meter dan tinggi 2,7 meter.
Pada bagian atas gebyok terdapat lambang Sultan Hassanal Bolkiah, sementara pada kerangka intinya terdapat ukiran kaligrafi Arab dua kalimat Syahadat serta Lafzhul Jalaalah (Allah) dan nama “Muhammad" di kedua sisinya.
Pintu dan panel samping gebyok diukir dengan hiasan dekoratif bunga yang menggabungkan dua gaya ukiran Jawa. Pintunya diukir dengan motif khusus yang disebut “Majapahitan" dan panelnya diukir dengan motif bunga mawar yang merupakan motif krawangan “Kudusan".
Lihat Juga :