20 Orang Tewas Tersambar Petir di India

Kamis, 28 Juli 2022 - 04:21 WIB
loading...
20 Orang Tewas Tersambar Petir di India
20 orang tewas tersambar petir di India. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW DELHI - Setidaknya 20 orang tewas di delapan distrik di negara bagian Bihar, India , tewas tersambar petir dalam 24 jam. Badai dengan petir telah diperkirakan akan muncul di bagian utara negara bagian itu pada Rabu dan Kamis.

Ketua Menteri Bihar, Nitish Kumar, telah meminta orang-orang untuk mengikuti saran dari otoritas penanggulangan bencana negara bagian.

Kumar juga mengumumkan kompensasi sekitar Rp74 juta untuk keluarga masing-masing korban.

Baca juga: Petir Menghantam Pangkalan AS, Satu Tentara Tewas

Kepala menteri telah mengadakan pertemuan minggu lalu dan meminta pejabat negara untuk memasang penangkal petir di semua gedung pemerintah, termasuk sekolah dan rumah sakit, lapor surat kabar The Times of India yang dikutip BBC, Kamis (28/7/2022).

Posisi geografis negara bagian itu membuatnya sangat rentan terhadap sambaran petir yang sering terjadi selama musim hujan, kata laporan itu.

Untuk diketahui, ratusan orang meninggal di India setiap tahun dalam insiden petir selama hujan monsun.

Salah satu alasan tingginya jumlah kematian akibat tersambar petir adalah banyaknya orang yang bekerja di luar ruangan di India dibandingkan dengan bagian lain dunia, yang membuat mereka lebih rentan.

Baca juga: Mengenal What The Fart, Kompetisi Kentut Terbaik di India

Pada bulan Februari tahun ini, BBC melaporkan bahwa jumlah sambaran petir di India telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Data satelit yang dikumpulkan oleh Institut Meteorologi Tropis India juga menunjukkan bahwa serangan petir telah "meningkat pesat" antara 1995 dan 2014.

Menurut sebuah studi oleh Climate Resilient Observing Systems Promotion Council, India mencatat lebih dari 18 juta sambaran petir antara April 2020 dan Maret 2021. Angka ini naik 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Tenggak Miras Oplosan, 21 Orang di India Tewas

(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2708 seconds (11.210#12.26)