Sukses Rusak Jembatan Vital, Ukraina ke Rusia: Mundur Atau Dimusnahkan dari Kherson

Kamis, 28 Juli 2022 - 00:12 WIB
loading...
A A A
Kherson, dikuasai Rusia pada awal Maret, telah lama menjadi fokus bagi Ukraina, dengan para pembela membuat keuntungan terbatas di pedesaan antara Mykolaiv dan kota target sejak April. Tapi, tampaknya dibantu oleh senjata jarak jauh dengan jarak tembak efektif hingga 80km, Ukraina semakin percaya diri.

Sergiy Khlan, seorang pembantu kepala administrasi wilayah Kherson, mengatakan kepada TV Ukraina bahwa titik balik telah tercapai, dan wilayah itu pasti akan dibebaskan pada bulan September.

Serangan terbaru datang ketika pasukan Rusia terus menggali di selatan, dalam persiapan untuk serangan balasan selatan yang telah lama dipropagandakan oleh Ukraina.

Pasukan Rusia juga telah melintasi Sungai Inhulets dengan jembatan ponton dalam upaya untuk tetap membuka penyeberangan yang dapat digunakan, dan dilaporkan sedang memperbaiki lapangan terbang di Melitopol sementara juga berusaha untuk memperbaiki Jembatan Antonivskiy, setelah serangan sebelumnya meninggalkan lubang yang terlihat di permukaan rentang.

Selama pertempuran yang berkembang di selatan dalam dua minggu terakhir, pasukan Ukraina telah berulang kali menyerang tempat pembuangan amunisi dan pos komando Rusia dengan sistem rudal HIMARS yang dipasok AS, sementara Rusia telah menembakkan rudal ke posisi Ukraina di sepanjang pantai.

Baca juga: Kepala Pentagon dan Menhan Ukraina Bahas Pengiriman Lebih Banyak HIMARS

Sementara posisi pertempuran di lapangan jauh lebih tidak jelas, tampaknya telah terjadi pertempuran di sekitar jembatan Ukraina di sebelah timur Sungai Inhulets.

Di tempat lain di selatan, pasukan Ukraina mengalami kemunduran setelah dipaksa mundur dari sekitar pembangkit listrik Vuhlehirska dan desa terdekat Novoluhanske, di mana tentara bayaran dari perusahaan militer swasta Rusia Wagner telah membuat kemajuan.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved