Jika Sambangi Taiwan, Jet Tempur dan Kapal Perang Siap Lindungi Ketua DPR AS
Rabu, 27 Juli 2022 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Kapal induk AS USS Ronald Reagan dan kelompok tempurnya saat ini beroperasi di Pasifik barat, dan melakukan kunjungan pelabuhan di Singapura selama akhir pekan. Kelompok tempur ini melibatkan setidaknya dua kapal Angkatan Laut lainnya dan Carrier Air Wing 5, yang meliputi jet tempur F/A-18, helikopter dan pesawat pengintai.
Baca juga: Kapal Induk Nuklir AS Berlabuh di Tetangga Indonesia, Ada Apa?
Sebelum ditarik ke pelabuhan di Singapura, kelompok tempur itu beroperasi di Laut Cina Selatan. Selain itu, kapal Angkatan Laut lainnya, USS Benfold, sebuah kapal perusak, telah melakukan operasi kebebasan navigasi di wilayah tersebut, termasuk melewati Selat Taiwan pekan lalu.
Ditanya tentang langkah-langkah militer yang direncanakan untuk melindungi Pelosi, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley mengatakan bahwa diskusi tentang itu masih prematur.
"Jika ada keputusan yang dibuat bahwa Ketua DPR Pelosi atau siapa pun akan bepergian dan mereka meminta dukungan militer, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan keamanan kunjungan mereka. Dan saya akan membiarkannya begitu saja,” ia menambahkan.
Laporan itu muncul di tengah peringatan berulang-ulang dari China agar Pelosi tidak mengunjungi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu, yang dipandang sebagai bagian dari China.
Terbaru, Kementerian Luar Negeri China menolak untuk mengomentari panggilan telepon kepresidenan. Namun, juru bicara Zhao Lijian mengulangi peringatan China atas kunjungan Pelosi.
Baca juga: Kapal Induk Nuklir AS Berlabuh di Tetangga Indonesia, Ada Apa?
Sebelum ditarik ke pelabuhan di Singapura, kelompok tempur itu beroperasi di Laut Cina Selatan. Selain itu, kapal Angkatan Laut lainnya, USS Benfold, sebuah kapal perusak, telah melakukan operasi kebebasan navigasi di wilayah tersebut, termasuk melewati Selat Taiwan pekan lalu.
Ditanya tentang langkah-langkah militer yang direncanakan untuk melindungi Pelosi, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley mengatakan bahwa diskusi tentang itu masih prematur.
"Jika ada keputusan yang dibuat bahwa Ketua DPR Pelosi atau siapa pun akan bepergian dan mereka meminta dukungan militer, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan keamanan kunjungan mereka. Dan saya akan membiarkannya begitu saja,” ia menambahkan.
Laporan itu muncul di tengah peringatan berulang-ulang dari China agar Pelosi tidak mengunjungi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu, yang dipandang sebagai bagian dari China.
Terbaru, Kementerian Luar Negeri China menolak untuk mengomentari panggilan telepon kepresidenan. Namun, juru bicara Zhao Lijian mengulangi peringatan China atas kunjungan Pelosi.
Lihat Juga :