Tepis Kecaman Eksekusi Aktivis, Junta Myanmar: Mereka Pantas Dihukum Mati
Rabu, 27 Juli 2022 - 16:46 WIB
loading...
Tepis Kecaman Eksekusi Aktivis, Junta Myanmar: Mereka Pantas Dihukum Mati. FOTO/Reuters
A
A
A
YANGON - Junta Myanmar membela diri di tengah kemarahan global atas eksekusi 4 aktivis demokrasi. Junta menyatakan, eksekusi itu dilakukan atas nama keadilan.
Para aktivis itu dijatuhi hukuman mati selama persidangan tertutup awal tahun ini atas tuduhan membantu gerakan perlawanan sipil melawan junta militer, yang merebut kekuasaan pada Februari 2021. Junta juga menerapkan tindakan keras berdarah terhadap mereka yang memprotes pemerintahannya.
Baca: Junta Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Termasuk Sekutu Aung San Suu Kyi
Media yang dikelola pemerintah melaporkan, 4 empat orang yang dieksekusi pada awa pekan ini termasuk juru kampanye demokrasi Kyaw Min Yu, yang juga dikenal sebagai Ko Jimmy, dan Phyo Zeya Thaw, seorang seniman hip-hop dan mantan anggota parlemen dari partai oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi.
Itu adalah penggunaan hukuman mati resmi pertama Myanmar dalam beberapa dekade. “Ini adalah keadilan bagi rakyat. Para penjahat ini diberi kesempatan untuk membela diri,” kata juru bicara militer Myanmar, Zaw Min Tun dalam jumpa pers yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari Arab News, Selasa (26/7/2022).
Para aktivis itu dijatuhi hukuman mati selama persidangan tertutup awal tahun ini atas tuduhan membantu gerakan perlawanan sipil melawan junta militer, yang merebut kekuasaan pada Februari 2021. Junta juga menerapkan tindakan keras berdarah terhadap mereka yang memprotes pemerintahannya.
Baca: Junta Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Termasuk Sekutu Aung San Suu Kyi
Media yang dikelola pemerintah melaporkan, 4 empat orang yang dieksekusi pada awa pekan ini termasuk juru kampanye demokrasi Kyaw Min Yu, yang juga dikenal sebagai Ko Jimmy, dan Phyo Zeya Thaw, seorang seniman hip-hop dan mantan anggota parlemen dari partai oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi.
Itu adalah penggunaan hukuman mati resmi pertama Myanmar dalam beberapa dekade. “Ini adalah keadilan bagi rakyat. Para penjahat ini diberi kesempatan untuk membela diri,” kata juru bicara militer Myanmar, Zaw Min Tun dalam jumpa pers yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari Arab News, Selasa (26/7/2022).
Lihat Juga :