Polisi Serang Markas Penjahat Tewaskan 18 Orang, Saksi Sebut Pembantaian

Jum'at, 22 Juli 2022 - 08:32 WIB
loading...
Polisi Serang Markas...
Polisi Brasil menyerang kompleks favela di Rio de Janeiro dengan dalih operasi terhadap geng penjahat, Kamis (21/7/2022). Sebanyak 18 orang tewas. Foto/REUTERS
A A A
RIO DE JANEIRO - Sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan polisi Brasil di kompleks favela yang luas di Rio de Janeiro. Polisi militer negara bagian setempat mengatakan penyerangan ini merupakan operasi terhadap markas penjahat terorganisir .

Favela adalah sebuah pemukiman pada penduduk di Brasil yang menjadi sarang para penjahat, pengedar narkoba dan komplotan geng kejahatan lainnya.

Serangan polisi terjadi pada Kamis waktu setempat. Seorang petugas penegak hukum dan seorang wanita yang tinggal di daerah itu termasuk di antara 18 orang yang tewas di Complexo do Alemao.

Menurut polisi, 16 korban tewas lainnya adalah anggota kelompok kejahatan terorganisir.



Namun, saksi mata menyebut serangan polisi ini sebagai pembantaian.

"Ini adalah pembantaian di dalam, yang disebut polisi sebagai operasi," kata seorang wanita kepada kantor berita The Associated Press (AP), yang berbicara dengan syarat anonim karena dia takut akan pembalasan dari pihak berwenang.

“Mereka tidak mengizinkan kami membantu [korban],” ujarnya, menambahkan bahwa dia melihat seorang pria ditangkap karena mencoba melakukannya.

Polisi militer dalam pernyataan sebelumnya mengatakan tim taktis dari polisi sipil dan militer Rio de Janeiro menggerebek favela untuk menjatuhkan kelompok yang diduga terlibat dalam pencurian kargo dan perampokan bank, dan yang menyerbu lingkungan terdekat.

Disebutkan sekitar 400 petugas terlibat, dengan dukungan dari empat pesawat dan 10 kendaraan lapis baja.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Alasan Presiden Ekuador...
5 Alasan Presiden Ekuador Minta Bantuan Tentara AS, Eropa dan Brasil untuk Perang Melawan Kartel Narkoba
Donald Trump Tunjuk...
Donald Trump Tunjuk Bocah 13 Tahun Penyintas Kanker Otak sebagai Agen Secret Service
Negara Islam Mirip Vatikan...
Negara Islam Mirip Vatikan Bakal Didirikan di Albania: Tak Ada Polisi, Tentara, dan Pajak
Presiden Brasil: Donald...
Presiden Brasil: Donald Trump Ingin Menjadi Kaisar Dunia
Viral, Wanita Ini Tanpa...
Viral, Wanita Ini Tanpa Busana Berdiri di Atas Mobil Polisi Iran
Pria Ini Diampuni Trump...
Pria Ini Diampuni Trump Terkait Kerusuhan 6 Januari, tapi Ditembak Mati Polisi
Viral, Anjing Polisi...
Viral, Anjing Polisi China Tak Dapat Bonus karena Tidur saat Kerja
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Reaksi Pemimpin Dunia...
Reaksi Pemimpin Dunia atas Penerapan Tarif Trump, dari Uni Eropa hingga Prabowo
Rekomendasi
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
Jalur Gentong Tasikmalaya...
Jalur Gentong Tasikmalaya Masih Lancar Pagi Ini, Polisi Prediksi Lonjakan Kendaraan Sore Hari
5 Adab Bersilaturahmi...
5 Adab Bersilaturahmi saat Idulfitri, Apa Saja? Simak Ya!
Berita Terkini
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
19 menit yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
1 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
2 jam yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
4 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Satu-satunya Orang...
Ini Satu-satunya Orang yang Mampu Serang AS Menurut Hamas
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved