Anaknya Dikeluarkan dari Kelas karena Tato Henna, Ibu di Inggris Naik Darah

Minggu, 17 Juli 2022 - 13:44 WIB
loading...
Anaknya Dikeluarkan...
Seorang anak di Inggris diusir dari kelas karena tato henna. Foto/ilustrasi/BBC
A A A
LONDON - Seorang ibu di Inggris tidak bisa menahan emosinya setelah putrinya yang berusia 12 tahun dikeluarkan dari kelas karena kedapatan menghiasi tangannya dengan henna saat Idul Adha lalu.

Ayah Lahekal yang berusia 12 tahun dikeluarkan dari pelajaran di Ark Global Academy, di Elephant and Castle, London tenggara, selama tiga jam pada hari Senin.

Sekolah mengatakan dia dikeluarkan dari kelas selama satu jam saat keputusan dibuat, dan tidak akan menghadapi sanksi lebih lanjut.

"Saya marah, saya kesal dan saya kecewa," kata Layla Harhala, ibu dari Ayah, seperti dikutip dari BBC, Minggu (17/7/2022).

Anaknya Dikeluarkan dari Kelas karena Tato Henna, Ibu di Inggris Naik Darah

Layla Harhala danAyah Lahekal. Foto/BBC

Seperti diketahui umat Muslim merayakan Idul Adha pada akhir pekan lalu. Selama haji, wanita Muslim biasanya melukis kulit tangan dan kaki mereka dengan desain yang rumit menggunakan pacar atau henna, sejenis pewarna yang secara tradisional berasal dari tanaman dan umumnya bertahan hingga dua minggu.

Harhala mengatakan tato temporer yang dilukis pada diri dan putrinya pada Sabtu lalu sebagai bagian dari perayaan keagamaan.

Baca juga: Khotbah Idul Adha di Lebanon Jadi Momen Mengecam Pejabat

Tetapi dia mengatakan putrinya telah mengirim sms kepadanya dari toilet sekolah untuk memberi tahu bahwa gurunya bersikeras bahwa tidak ada pengecualian untuk kebijakan mereka.

"Sebagai seorang ibu, saya merasa kasihan pada putri saya karena saya pikir kita semua harus bebas merayakan dengan cara yang berbeda bagaimana kita menikmati Idul Adha," ujar ibu berusia 47 tahun itu.

"Dalam isolasi, Anda hanya mendapatkan layar komputer dan harus melakukan pekerjaan Anda dalam diam. Tidak ada permintaan maaf yang diberikan. Saya marah. Marah," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Minggu (17/7/2022).

Harhala, yang bekerja sebagai bidan senior di Rumah Sakit King's College, mengatakan dia diizinkan memakai tato henna untuk bekerja.

"Apa masalahnya? Ini dua kali setahun hanya selama dua minggu. Kami tidak melakukan kesalahan, kami hanya merayakannya," katanya.

“Saat ini kebijakan (sekolah) tidak jelas,” tambahnya.

Baca juga: Inflasi Membuat Harga Domba Qurban di Turki Melonjak Tajam

"Mereka sepertinya tidak bisa menunjukkan kepada saya di mana dikatakan itu dilarang sekarang. Saya ingin penjelasan. Ini diskriminasi," tegasnya.

Ayah Lakehal mengatakan dia merasa ditinggalkan dan didiskriminasi karena agamanya.

"Saya merasa sangat tertekan karena saya tidak diizinkan untuk merayakan apa yang hanya saya miliki sekali atau dua kali setahun," ucapnya.

Terkait hal ini, seorang juru bicara sekolah mengatakan: "Kebijakan seragam kami menyatakan bahwa make-up dilarang di sekolah dan kami memiliki pedoman lain seputar perhiasan dan dekorasi."

"Tato henna saat ini tidak termasuk dalam kebijakan seragam kami dan, dengan demikian, diperlukan waktu satu jam untuk mempertimbangkan apakah siswa dapat melanjutkan seperti biasa," terangnya.

"Setelah satu jam, siswa kembali ke proses normal dan belum ada sanksi yang berkelanjutan," ucapnya.

Baca juga: Sampaikan Selamat Idul Adha, Biden: Eid Mubarak dan Haji Mabrur

Juru bicara itu mengatakan sekolah sedang meninjau kebijakannya untuk memastikan semua anggota komunitas kami jelas tentang keyakinan.

"Ark Globe Academy bangga menjadi sekolah yang inklusif dan beragam serta memiliki murid dan staf dari berbagai agama dan latar belakang," ucapnya.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved