Pejabat Rusia-Ukraina Akan Bertemu di Turki Bahas Pemblokiran Ekspor Gandum
Rabu, 13 Juli 2022 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat Turki mengatakan, mereka memiliki 20 kapal dagang yang menunggu di Laut Hitam. Kapal-kapal itu dapat dimuat dengan cepat dengan gandum Ukraina.
Baca: AS Desak Rusia Buka Blokade Pelabuhan Ukraina untuk Ekspor Gandum
Sementara seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan, bahwa Moskow memasuki pertemuan dengan daftar tuntutan tegas, termasuk mencari kapal.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecilkan harapan menjelang pembicaraan, dengan mengatakan "kami memang bekerja keras, tetapi masih ada jalan yang harus ditempuh."
Pernyataan itu dikeluarkan Guterres setelah pemimpin Rusia Vladimir Putin pada awal pekan ini mengeluarkan dekrit paspor Rusia pelacakan cepat untuk semua warga Ukraina, Republik Rakyat Donetsk Ukraina yang memisahkan diri pada hari Selasa meluncurkan "kedubes" di Moskow tengah.
Meski pembicaraan antara pejabata Rusia dan Ukraina tengah digagas, namun di medan pertempuran, aksi saling serang masih terus berlanjut dan bertambah sengit. Kiev mengatakan telah meluncurkan artileri yang menghancurkan gudang senjata Rusia dan juga melakukan "operasi khusus" untuk membebaskan tawanan militer di wilayah Kherson yang dikuasai Moskow.
Baca: AS Desak Rusia Buka Blokade Pelabuhan Ukraina untuk Ekspor Gandum
Sementara seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan, bahwa Moskow memasuki pertemuan dengan daftar tuntutan tegas, termasuk mencari kapal.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecilkan harapan menjelang pembicaraan, dengan mengatakan "kami memang bekerja keras, tetapi masih ada jalan yang harus ditempuh."
Pernyataan itu dikeluarkan Guterres setelah pemimpin Rusia Vladimir Putin pada awal pekan ini mengeluarkan dekrit paspor Rusia pelacakan cepat untuk semua warga Ukraina, Republik Rakyat Donetsk Ukraina yang memisahkan diri pada hari Selasa meluncurkan "kedubes" di Moskow tengah.
Meski pembicaraan antara pejabata Rusia dan Ukraina tengah digagas, namun di medan pertempuran, aksi saling serang masih terus berlanjut dan bertambah sengit. Kiev mengatakan telah meluncurkan artileri yang menghancurkan gudang senjata Rusia dan juga melakukan "operasi khusus" untuk membebaskan tawanan militer di wilayah Kherson yang dikuasai Moskow.
Lihat Juga :