Jokowi: Rivalitas Kekuatan Besar Membuat Situasi Dunia Semakin Sulit
Jum'at, 26 Juni 2020 - 15:56 WIB
loading...
Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam KTT ASEAN mengatakan bahwa situasi dunia saat ini semakin sulit dengan meningkatnya rivalitas antara negara-negara besar. Foto/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Presiden Indonesia, Joko Widodo mengatakan bahwa situasi dunia saat ini semakin sulit dengan meningkatnya rivalitas antara negara-negara besar. Hal itu disampaikan Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, yang dilakukan secara virtual.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, dalam pertemuan itu Jokowi mengatakan bahwa dunia, termasuk negara-negara di kawasan ASEAN saat ini menghadapi dua tantangan besar, yaitu penanganan Covid-19 dan dampaknya, yakni dampak sosial-ekonominya.
( Baca juga: China Agresif, AS Bakal Beri Pelatihan Jet Tempur untuk India di Guam )
"Presiden menyampaikan bahwa tantangan tersebut semakin berat karena situasi global yang sangat dinamis saat ini, yang ditandai antara lain, persaingan atau rivalitas antara negara besar yang semakin meningkat," ucap Retno.
"Kemudian adanya pesimisme terhadap multilateralisme yang semakin terlihat semakin besar dan presiden juga mengatakan bahwa rules based order semakin banyak dilanggar," sambungnya saat menggelar konferensi pers virtual pada Jumat (26/6/2020).
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, dalam pertemuan itu Jokowi mengatakan bahwa dunia, termasuk negara-negara di kawasan ASEAN saat ini menghadapi dua tantangan besar, yaitu penanganan Covid-19 dan dampaknya, yakni dampak sosial-ekonominya.
( Baca juga: China Agresif, AS Bakal Beri Pelatihan Jet Tempur untuk India di Guam )
"Presiden menyampaikan bahwa tantangan tersebut semakin berat karena situasi global yang sangat dinamis saat ini, yang ditandai antara lain, persaingan atau rivalitas antara negara besar yang semakin meningkat," ucap Retno.
"Kemudian adanya pesimisme terhadap multilateralisme yang semakin terlihat semakin besar dan presiden juga mengatakan bahwa rules based order semakin banyak dilanggar," sambungnya saat menggelar konferensi pers virtual pada Jumat (26/6/2020).
Lihat Juga :