India Bantah Laporan Spekulatif Soal Pengiriman Pasukan ke Sri Lanka
Selasa, 12 Juli 2022 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Kedutaan Besar India di Kolombo juga mengeluarkan pernyataan serupa pada bulan Mei, setelah laporan tentang pengiriman pasukan New Delhi muncul secara online menyusul bentrokan mematikan di Kolombo yang akhirnya menyebabkan pengunduran diri mantan perdana menteri Mahinda Rajapaksa.
India, satu-satunya tetangga langsung Sri Lanka, telah menjadi sumber utama bantuan asing selama krisis, menyediakan lebih dari USD3,8 miliar jalur kredit, pertukaran dan bantuan untuk negara kepulauan itu.
Baca: WNI di Sri Lanka dalam Kondisi Aman Usai Unjuk Rasa Besar Guncang Kolombo
Kementerian Luar Negeri India mengklaim bahwa Sri Lanka menempati “tempat sentral” dalam kebijakan luar negerinya untuk Asia Selatan, kata juru bicara Arindam Bagchi pada hari Minggu. “Kami terus mengikuti perkembangan terakhir di Sri Lanka. India berdiri bersama rakyat Sri Lanka.”
Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 1948 dan telah menderita selama berbulan-bulan kekurangan makanan dan bahan bakar yang memaksa sekolah-sekolah ditutup. Negara ini telah mengalami rekor inflasi, mencapai 54,6 persen pada bulan Juni.
India, satu-satunya tetangga langsung Sri Lanka, telah menjadi sumber utama bantuan asing selama krisis, menyediakan lebih dari USD3,8 miliar jalur kredit, pertukaran dan bantuan untuk negara kepulauan itu.
Baca: WNI di Sri Lanka dalam Kondisi Aman Usai Unjuk Rasa Besar Guncang Kolombo
Kementerian Luar Negeri India mengklaim bahwa Sri Lanka menempati “tempat sentral” dalam kebijakan luar negerinya untuk Asia Selatan, kata juru bicara Arindam Bagchi pada hari Minggu. “Kami terus mengikuti perkembangan terakhir di Sri Lanka. India berdiri bersama rakyat Sri Lanka.”
Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 1948 dan telah menderita selama berbulan-bulan kekurangan makanan dan bahan bakar yang memaksa sekolah-sekolah ditutup. Negara ini telah mengalami rekor inflasi, mencapai 54,6 persen pada bulan Juni.
Lihat Juga :