Kapal Perang Rusia Hancurkan Stok Rudal yang Dipasok AS di Ukraina

Senin, 11 Juli 2022 - 22:01 WIB
loading...
Kapal Perang Rusia Hancurkan...
Rekaman saat rudal Rusia menghancurkan gudang senjata di Ukraina. Foto/Russian Defense Ministry
A A A
MOSKOW - Kapal perang Rusia menghancurkan persediaan amunisi yang dipasok Amerika Serikat (AS) dengan menyerang gudang senjata di Wilayah Dnepropetrovsk, tengah Ukraina, dengan rudal jelajah Kalibr.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengungkapkan hal itu pada Senin (11/7/2022).

“Gudang amunisi untuk peluncur roket ganda HIMARS dan howitzer M772 yang dikirim AS, serta senjata self-propelled 2S7 Pion telah dihancurkan,” papar juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov dalam konferensi pers harian.

Baca juga: Siap Gempur Wilayah Selatan, Ukraina Minta Warga Sipil Mengungsi

Konashenkov menambahkan, “Pesawat Rusia menghantam pangkalan batalyon nasionalis dan tentara bayaran asing di kota timur Kharkov, menewaskan sekitar 250 pejuang dan menghancurkan hingga 25 kendaraan militer.”

AS berjanji bulan ini untuk memasok Kiev dengan empat peluncur HIMARS tambahan, sehingga jumlah total yang dikirim ke Ukraina menjadi 12 unit.

Baca juga: Ukraina: 1 Juta Tentara Siap Rebut Lagi Wilayah Selatan dari Rusia

Berbicara kepada Wall Street Journal pada Minggu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina Alexey Reznikov menyebut mereka "pengubah permainan" di medan perang.

Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah memusnahkan dua peluncur HIMARS dan dua depot amunisi.

Militer Ukraina menolak laporan itu sebagai "palsu," bersikeras peluncur buatan AS menimbulkan kerusakan "kolosal" dan korban pada "pasukan pendudukan."

Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved