Warga Sri Lanka Terobos Masuk ke Istana Presiden, Acak-acak Perabotan

Minggu, 10 Juli 2022 - 21:15 WIB
loading...
Warga Sri Lanka Terobos...
Warga Sri Lanka Terobos Masuk ke Istana Presiden, Acak-acak Perabotan. FOTO/Reuters
A A A
Warga Sri Lanka berkeliaran di istana presiden, Minggu (10/7/2022), saat ketenangan kembali ke Kolombo, sehari setelah pengunjuk rasa menyerbu gedung dan memaksa Presiden Gotabaya Rajapaksa setuju untuk mengundurkan diri.

Frustrasi dengan krisis ekonomi yang memuncak, pada Sabtu, kerumunan besar pengunjuk rasa menyerbu masuk, melewati penjaga bersenjata ke istana presiden dan mengambil alih gedung tersebut. Perabotan dan artefak hancur, dan beberapa warga mengambil kesempatan untuk bermain-main di kolam renangnya.

Baca: Presiden Sri Lanka Mengundurkan Diri

Warga biasa yang kagum dengan kemegahan istana, mengambil kesempatan untuk berkeliling gedung era colonial itu. Anggota pasukan keamanan, beberapa dengan senapan serbu, berdiri di luar kompleks, tetapi tidak menghentikan orang untuk masuk.

Di antara mereka yang melihat adalah penjual saputangan berusia 61 tahun, B M Chandrawathi, yang berjalan santai ke kamar tidur di lantai satu ditemani oleh putri dan cucunya. "Saya belum pernah melihat tempat seperti ini dalam hidup saya," kata Chandrawathi kepada Reuters saat dia mencoba sofa mewah.

"Mereka menikmati kemewahan super sementara kami menderita," katanya. "Kami ditipu. Saya ingin anak-anak dan cucu-cucu saya melihat gaya hidup mewah yang mereka nikmati," lanjutnya.

Di dekatnya, sekelompok pria muda bersantai di tempat tidur bertiang empat dan yang lainnya berdesak-desakan di treadmill dengan pemandangan, dipasang di depan jendela besar yang menghadap ke halaman rumput yang terawat.

Baca: Presiden Sri Lanka Kabur dari Rumah saat Diserbu Ribuan Demonstran yang Marah

Sebelumnya, sekitar 45 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit utama pada hari Sabtu, kata seorang pejabat rumah sakit. Tetapi, tidak ada laporan kematian dalam pengambilalihan yang damai.

Sementara itu, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe juga mengatakan dia akan mundur untuk mengizinkan pemerintah sementara semua partai mengambil alih, dengan Rajapaksa dijadwalkan mundur pada 13 Juli, menurut ketua parlemen.

Kekacauan politik dapat memperumit upaya untuk menarik Sri Lanka keluar dari krisis ekonomi terburuknya dalam tujuh dekade, dipicu oleh kekurangan mata uang asing yang parah yang telah menghentikan impor kebutuhan pokok seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Dana Moneter Internasional (IMF), yang telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Sri Lanka untuk kemungkinan dana talangan USD3 miliar, mengatakan pada hari Minggu, bahwa pihaknya sedang memantau peristiwa dengan cermat.

Baca: Kasihan Sri Lanka, Stok BBM-nya untuk Satu Hari Pun Kurang

"Kami berharap resolusi situasi saat ini yang akan memungkinkan dimulainya kembali dialog kami tentang program yang didukung IMF," kata pemberi pinjaman global itu dalam sebuah pernyataan.

Rajapaksa belum terlihat di depan umum sejak Jumat dan dia belum secara langsung mengatakan apapun tentang pengunduran dirinya. Kantor Wickremesinghe mengatakan dia juga akan berhenti, meskipun dia maupun Rajapaksa tidak dapat dihubungi.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved