Sangkal Rusia Sebabkan Krisis Pangan, Lavrov 'WO' dari Pembicaraan G20
Jum'at, 08 Juli 2022 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
"Yah, dia mengundurkan diri, dan jadilah itu," kata Lavrov. “Semua orang mengatakan Rusia harus diisolasi. Tapi sejauh ini partainya sendiri telah mengisolasi Boris Johnson,” imbuhnya.
Sebagian besar pertemuan dan diskusi dilakukan dengan upaya membujuk Rusia untuk mengizinkan ekspor cadangan biji-bijian Ukraina melalui koridor angkatan laut yang aman dijaga secara independen di Laut Hitam. Tetapi pembicaraan, yang sebagian besar dipimpin oleh Turki dan PBB, telah berlanjut selama berminggu-minggu tanpa terobosan.
"Ukraina harus mengakhiri blokade pelabuhannya, menjinakkannya atau memastikan jalan melalui ladang ranjau," ujar Lavrov.
Setelah itu, Rusia dan Turki akan memastikan keamanan kapal kargo di luar wilayah kedaulatan Ukraina sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan lebih jauh ke Mediterania. Namun pertemuan di Bali antara Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, tidak langsung menghasilkan terobosan.
Lavrov membantah perselisihan itu merupakan faktor utama dalam kekurangan biji-bijian global yang lebih luas, dengan mengatakan biji-bijian yang diblokade menyumbang 1% dari pasokan global.
Baca juga: Eks Penasihat Militer Trump: Ukraina Dapat Dihapus dari Peta
Para diplomat Barat mengatakan Rusia menganggap mencuri gandum Ukraina, dan memblokir ekspornya, sebagai langkah-langkah yang dirancang untuk melemahkan ekonomi Ukraina dan meningkatkan biaya bagi barat untuk mensubsidi negara yang sedang berjuang itu.
Pada sesi pleno, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mendesak Moskow untuk membiarkan gandum Ukraina keluar ke dunia.
Sebagian besar pertemuan dan diskusi dilakukan dengan upaya membujuk Rusia untuk mengizinkan ekspor cadangan biji-bijian Ukraina melalui koridor angkatan laut yang aman dijaga secara independen di Laut Hitam. Tetapi pembicaraan, yang sebagian besar dipimpin oleh Turki dan PBB, telah berlanjut selama berminggu-minggu tanpa terobosan.
"Ukraina harus mengakhiri blokade pelabuhannya, menjinakkannya atau memastikan jalan melalui ladang ranjau," ujar Lavrov.
Setelah itu, Rusia dan Turki akan memastikan keamanan kapal kargo di luar wilayah kedaulatan Ukraina sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan lebih jauh ke Mediterania. Namun pertemuan di Bali antara Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, tidak langsung menghasilkan terobosan.
Lavrov membantah perselisihan itu merupakan faktor utama dalam kekurangan biji-bijian global yang lebih luas, dengan mengatakan biji-bijian yang diblokade menyumbang 1% dari pasokan global.
Baca juga: Eks Penasihat Militer Trump: Ukraina Dapat Dihapus dari Peta
Para diplomat Barat mengatakan Rusia menganggap mencuri gandum Ukraina, dan memblokir ekspornya, sebagai langkah-langkah yang dirancang untuk melemahkan ekonomi Ukraina dan meningkatkan biaya bagi barat untuk mensubsidi negara yang sedang berjuang itu.
Pada sesi pleno, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mendesak Moskow untuk membiarkan gandum Ukraina keluar ke dunia.
Lihat Juga :