Eks Penasihat Militer Trump: Ukraina Dapat Dihapus dari Peta

Kamis, 07 Juli 2022 - 21:23 WIB
loading...
Eks Penasihat Militer...
Eks penasihat militer Trump menyebut Ukrian bisa dihapus dari peta akibat konflik dengan Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Ukraina bisa menghilang dari peta kecuali konflik dengan Rusia diselesaikan secara damai. Hal itu diungkapkan mantan penasihat militer mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump , Kolonel Douglas Macgregor, dalam sebuah wawancara dengan Sky News Australia.

"Semakin lama ini berlangsung, semakin banyak orang yang akan dibantai, semakin banyak kerusakan yang akan terjadi di Ukraina," kata Macgregor ketika ditanya apa lagi yang bisa dilakukan untuk membantu Ukraina dalam konflik militer yang sedang berlangsung.

"sekarang secara efektif keadaan gagal, itu (Ukraina) bisa dihapus sepenuhnya dari peta," ia menambahkan seperti disitir dari Russia Today, Kamis (7/7/2022).

Memperhatikan bahwa militer Ukraina telah menderita kerugian besar selama konflik dan pasukan Rusia sama sekali tidak kewalahan atau terluka pada saat ini, Macgregor berpendapat gencatan senjata sangat dibutuhkan dan negara-negara seperti Australia harus mendorongnya di saat tidak ada satu pun di Washington akan melakukannya.

Baca juga: Profil Irina Starikova, Penembak Jitu Rusia yang Ditangkap Pasukan Ukraina

“Kami tidak mampu melawan ini sampai tidak ada lagi orang Ukraina yang tersisa,” dia bersikeras, mencatat bahwa dia telah mendengar dari orang-orang di Berlin, Paris, dan London bahwa ada dukungan yang berkembang untuk gencatan senjata atau datang ke “semacam kesepakatan” antara Moskow dan Kiev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved