Sadis, Suami Tikam Istri di Depan Gedung Pengadilan Yordania

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:30 WIB
loading...
Sadis, Suami Tikam Istri...
Ilustrasi
A A A
AMMAN - Seorang wanita ditikam oleh suaminya di jalan umum, di Karak, Yordania . Peristiwa sadis ini terjadi di depan Gedung Pengadilan Syariah Karak pada Senin (4/7/2022), menurut sumber keamanan Yordania.

"Pria tak dikenal itu mengeluarkan pisau dan menikam istrinya di punggung, dada dan tangan kanan," menurut sumber di Rumah Sakit Umum Al Karak, seperti dikutip dari Arab News.

Baca: Brutal! WNA Yordania Pukul Polisi dan Petugas di Bandara Ngurah Rai, Ini Pemicunya

Wanita itu lalu dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah insiden dan dirawat di unit perawatan intensif. Korban dilaporkan dalam kondisi stabil.

Penyerang telah ditangkap, dan polisi saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut. Menurut saksi mata, perselisihan keluarga antara pasangan membuat mereka meninjau kasus di pengadilan Syariah sebelum situasi meningkat dan suami menyerang korban.

Ini bukan kejadian tragis pertama, di mana seorang suami menyerang istrinya. Pekan lalu, Pengadilan Tinggi di Yordania menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria berusia 50 tahun karena menikam mantan istrinya di depan Pengadilan Syariah "Rusaifa" Utara dalam insiden serupa.

Beberapa waktu sebelumnya, seorang mahasiswi bernama Iman Ersheid yang berusia 18 tahun, ditembak mati di kampus. Kemarahan pun muncul di tengah-tengah publik di Yordania dan memicu seruan agar hukuman mati diterapkan dalam kasus-kasus seperti itu.

Baca: Pria Malaysia Kabur Telanjang Naik Sepeda Motor setelah Bunuh Istri dan Bayinya

Banyak warga Yordania turun ke media sosial setelah pembunuhan Ersheid, menuntut agar pembunuh mahasiswa keperawatan muda itu menerima hukuman maksimal. Namun, si pembunuh, yang diidentifikasi sebagai Oday Khaled Abdallah Hassan, menembak dirinya sendiri setelah dikepung oleh polisi. Sebelum kematian Hassan terungkap, beberapa anggota masyarakat menuntut agar dia digantung di depan umum.

Anggota parlemen veteran, yang juga seorang pengacara mapan dan mantan presiden Asosiasi Pengacara Yordania, mengatakan, bahwa keluarga dan rekan korban pembunuhan memiliki “semua hak untuk melihat keadilan ditegakkan sepenuhnya dan penjahat menerima hukuman atas kejahatan keji mereka.”

Dia menambahkan bahwa Yordania seharusnya tidak mendengarkan tuntutan untuk mengakhiri hukuman mati, tetapi harus “bertindak dengan kedaulatan penuh untuk melindungi keamanan.”

Baca: Digugat Cerai Akibat Suka Judi Jadi Picu Suami Tusuk Istri dan Anaknya di Malang

Sejak Maret 2017, Yordania tidak melakukan eksekusi, tetapi terus menjatuhkan hukuman mati. Pada 2017, pihak berwenang menggantung 15 terpidana atas tuduhan terkait pembunuhan dan terorisme.

Yordania sebelumnya memberlakukan moratorium hukuman mati selama delapan tahun pada 2008. Namun kebijakan itu berakhir pada 2015 ketika 11 terpidana dieksekusi karena pembunuhan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved