Sadis, Suami Tikam Istri di Depan Gedung Pengadilan Yordania
Rabu, 06 Juli 2022 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Ini bukan kejadian tragis pertama, di mana seorang suami menyerang istrinya. Pekan lalu, Pengadilan Tinggi di Yordania menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria berusia 50 tahun karena menikam mantan istrinya di depan Pengadilan Syariah "Rusaifa" Utara dalam insiden serupa.
Beberapa waktu sebelumnya, seorang mahasiswi bernama Iman Ersheid yang berusia 18 tahun, ditembak mati di kampus. Kemarahan pun muncul di tengah-tengah publik di Yordania dan memicu seruan agar hukuman mati diterapkan dalam kasus-kasus seperti itu.
Baca: Pria Malaysia Kabur Telanjang Naik Sepeda Motor setelah Bunuh Istri dan Bayinya
Banyak warga Yordania turun ke media sosial setelah pembunuhan Ersheid, menuntut agar pembunuh mahasiswa keperawatan muda itu menerima hukuman maksimal. Namun, si pembunuh, yang diidentifikasi sebagai Oday Khaled Abdallah Hassan, menembak dirinya sendiri setelah dikepung oleh polisi. Sebelum kematian Hassan terungkap, beberapa anggota masyarakat menuntut agar dia digantung di depan umum.
Anggota parlemen veteran, yang juga seorang pengacara mapan dan mantan presiden Asosiasi Pengacara Yordania, mengatakan, bahwa keluarga dan rekan korban pembunuhan memiliki “semua hak untuk melihat keadilan ditegakkan sepenuhnya dan penjahat menerima hukuman atas kejahatan keji mereka.”
Beberapa waktu sebelumnya, seorang mahasiswi bernama Iman Ersheid yang berusia 18 tahun, ditembak mati di kampus. Kemarahan pun muncul di tengah-tengah publik di Yordania dan memicu seruan agar hukuman mati diterapkan dalam kasus-kasus seperti itu.
Baca: Pria Malaysia Kabur Telanjang Naik Sepeda Motor setelah Bunuh Istri dan Bayinya
Banyak warga Yordania turun ke media sosial setelah pembunuhan Ersheid, menuntut agar pembunuh mahasiswa keperawatan muda itu menerima hukuman maksimal. Namun, si pembunuh, yang diidentifikasi sebagai Oday Khaled Abdallah Hassan, menembak dirinya sendiri setelah dikepung oleh polisi. Sebelum kematian Hassan terungkap, beberapa anggota masyarakat menuntut agar dia digantung di depan umum.
Anggota parlemen veteran, yang juga seorang pengacara mapan dan mantan presiden Asosiasi Pengacara Yordania, mengatakan, bahwa keluarga dan rekan korban pembunuhan memiliki “semua hak untuk melihat keadilan ditegakkan sepenuhnya dan penjahat menerima hukuman atas kejahatan keji mereka.”
Lihat Juga :