Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Penyiksaan pada Tawanan Perang

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:03 WIB
loading...
Rusia Tuduh Ukraina...
Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Penyiksaan pada Tawanan Perang. FOTO/GI
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan pada Selasa (5/7/2022) bahwa pihaknya sedang menyelidiki penyiksaan terhadap tentara Rusia yang ditahan di Ukraina . Tawanan perang itu sudah dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran baru-baru ini antara Moskow dengan Kiev.

Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan besar, mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya "memverifikasi fakta perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan tentara Rusia di Ukraina".

Baca: Rusia-Ukraina Lakukan Pertukaran Ratusan Tawanan Perang

Pekan lalu Moskow dan Kiev saling bertukar 144 tawanan perang. Ini adalah pertukaran tawanan perang terbesar sejak Presiden Vladimir Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari. Komite mengatakan, tentara Moskow memberi tahu penyelidik tentang "kekerasan yang mereka derita".

Menurut pernyataannya, salah satu tentara mengatakan, petugas medis Ukraina merawatnya tanpa anestesi dan bahwa dia "dipukuli, disiksa dengan listrik" di penahanan. Tentara itu diduga mengatakan dia dibiarkan tanpa makanan dan air selama berhari-hari.

Baca: Ukraina Ingin Tukar Tawanan Perang Rusia dengan Pasukan yang Terperangkap di Azovstal

Tentara Rusia lainnya yang terluka, yang kakinya diamputasi, mengatakan, dia dipukuli dengan parah dan menuduh seorang petugas medis Ukraina menyodok lukanya, lanjut pernyataan itu.

"Kesaksian tentara Rusia yang dibebaskan adalah contoh "pelanggaran Konvensi Jenewa tentang tawanan perang," kata pernyataan Komite Investigasi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved