Paus Fransiskus: PBB Tak Berdaya Hentikan Perang, Penggunaan Nuklir Tak Bermoral

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:13 WIB
loading...
A A A
“Saya percaya inilah saatnya untuk memikirkan kembali konsep perang yang adil. Sebuah perang mungkin adil, ada hak untuk membela diri. Tetapi kita perlu memikirkan kembali cara konsep itu digunakan saat ini,” katanya.

“Saya telah mengatakan bahwa penggunaan dan kepemilikan senjata nuklir tidak bermoral. Menyelesaikan konflik melalui perang berarti mengatakan tidak pada penalaran verbal, menjadi konstruktif. Perang pada dasarnya adalah kurangnya dialog.”

Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kurangnya dialog merupakan faktor yang memperburuk keadaan dunia saat ini, paus mengatakan bahwa ada seluruh infrastruktur penjualan senjata yang mendukung perang saat ini.

“Seseorang yang tahu tentang statistik mengatakan kepada saya, saya tidak ingat dengan baik angka-angka, bahwa jika senjata tidak diproduksi selama satu tahun, tidak akan ada kelaparan di dunia,” katanya.

Paus Fransiskus menggambarkan bagaimana dia menangis selama kunjungan ke pemakaman perang di Eropa, termasuk monumen Perang Dunia I Redipuglia dan pemakaman Perang Dunia II Anzio di Italia.

“Dan ketika peringatan pendaratan di Normandia diperingati, saya memikirkan 30.000 anak laki-laki yang dibiarkan mati di pantai. Mereka membuka perahu dan berkata, 'turun, turun', mereka diperintahkan sementara Nazi menunggu mereka. Apakah itu dibenarkan? Mengunjungi pemakaman militer di Eropa membantu seseorang menyadari hal ini,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved