Polling: Warga AS Tolak Biden Kembali Maju Pilpres

Sabtu, 02 Juli 2022 - 13:20 WIB
loading...
Polling: Warga AS Tolak Biden Kembali Maju Pilpres
Sebuah hasil polling menunjukkan 71% warga AS menolak Joe Biden kembali maju dalam pilpres 2024. Foto/New York Times
A A A
WASHINGTON - Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa warga Amerika Serikat (AS) menolak Joe Biden kembali mencalonkan diri sebagai presiden 2024. Sementara dengan margin yang lebih kecil, mereka juga tidak menginginkan Donald Trump kembali ke Gedung Putih.

Dalam jajak pendapat yang dirilis outlet media AS yang berbasis di Washington, The Hill, hanya 29% warga negara itu yang menginginkan Joe Biden kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024.Sementara itu, 71% responden menentang Biden untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih.

Jajak pendapat yang sama juga menunjukkan peringkat persetujuan keseluruhan untuk politisi Partai Demokrat berusia 79 tahun itu turun menjadi hanya 38%.

Ini adalah hasil mengejutkan dari survei Harvard CAPS–Harris Poll yang dilakukan pada 28-29 Juni di antara 1.308 pemilih terdaftar Amerika, yang dibagikan secara eksklusif dengan The Hill.

Baca juga: Kebanyakan Warga Amerika Khawatir dalam Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Dari mereka yang mengatakan Biden tidak boleh mencalonkan diri kembali, 45% diantaranya mengatakan itu karena dia presiden yang buruk. Sekitar sepertiganya mengatakan dia terlalu tua, sementara seperempat sisanya mengatakan sudah waktunya untuk perubahan di pucuk pemerintahan.

"Presiden Biden mungkin ingin mencalonkan diri lagi tetapi para pemilih mengatakan 'tidak' untuk gagasan masa jabatan kedua, menyokong pekerjaan yang dia lakukan sebagai presiden," kata Mark Penn, co-direktur survei Harvard CAPS–Harris Poll.

“Hanya 30 persen (pendukung) Demokrat yang akan memilih dia dalam pemilihan pendahuluan presiden dari Partai Demokrat,” tambah Penn seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (2/7/2022).

Jajak pendapat itu juga menunjukkan persetujuan terhadap Biden secara keseluruhan mencapai 38%, karena dianggap buruk dalam hal penangananekonomi AS (32%) dan inflasi (28%).

Baca juga: Media AS: Presiden Joe Biden Bayar Tagihan Putranya untuk Pelacur
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2138 seconds (11.210#12.26)