UE: Aneksasi akan Ganggu Hubungan Israel dengan Dunia Internasional
Kamis, 25 Juni 2020 - 21:58 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell mengatakan, aneksasi Israel atas wilayah Palestina akan mengganggu hubungan Tel Aviv dengan dunia internasional. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell mengatakan, aneksasi Israel atas wilayah Palestina akan mengganggu hubungan Tel Aviv dengan dunia internasional. Dia juga mendukung keterlibatan Kuartet Timur Tengah, yang terdiri UE, PBB, Amerika Serikat (AS) dan Rusia, dalam membantu menghidupkan kembali pembicaraan antara Israel dan Palestina.
"Aneksasi sepihak pasti akan memiliki konsekuensi hukum untuk hubungan komunitas internasional dengan Israel," kata Borrell dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (25/6/2020).
( Baca juga: Indonesia Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Tahun 2020 )
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon dalam pertemuan DK PBB membela keputusan negaranya untuk menganeksasi wilayah Palestina. Dia mengatakan, wilayah yang akan dicaplok adalah wilayah yang secara historis milik Israel.
"Jika Israel memutuskan untuk memperluas kedaulatannya, itu akan dilakukan sehubungan dengan daerah-daerah di mana Israel selalu mempertahankan klaim sejarah dan hukum yang sah," ucap Danon.
"Aneksasi sepihak pasti akan memiliki konsekuensi hukum untuk hubungan komunitas internasional dengan Israel," kata Borrell dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (25/6/2020).
( Baca juga: Indonesia Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Tahun 2020 )
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon dalam pertemuan DK PBB membela keputusan negaranya untuk menganeksasi wilayah Palestina. Dia mengatakan, wilayah yang akan dicaplok adalah wilayah yang secara historis milik Israel.
"Jika Israel memutuskan untuk memperluas kedaulatannya, itu akan dilakukan sehubungan dengan daerah-daerah di mana Israel selalu mempertahankan klaim sejarah dan hukum yang sah," ucap Danon.
Lihat Juga :