Dilantik, Ketanji Brown Jackson Jadi Hakim Agung Wanita Kulit Hitam Pertama AS

Jum'at, 01 Juli 2022 - 07:09 WIB
loading...
A A A
Pada saat itu, Jackson berkata: “Jika saya cukup beruntung untuk dikukuhkan sebagai hakim agung berikutnya dari Mahkamah Agung Amerika Serikat, saya hanya bisa berharap bahwa hidup dan karir saya, cinta saya pada negara ini dan Konstitusi, dan komitmen saya untuk menegakkan supremasi hukum dan prinsip-prinsip suci yang di atasnya bangsa besar ini didirikan, akan menginspirasi generasi masa depan orang Amerika.”

Lahir di Washington, Jackson tumbuh besar di Miami. Ayahnya adalah seorang pengacara untuk Dewan Sekolah Miami-Dade dan ibunya adalah seorang administrator sekolah. Dia mengatakan bahwa ayahnya, seorang mantan guru sejarah, mengilhami dia untuk mengambil jurusan hukum. Jackson lulus dengan predikat cum laude dari Harvard Law School pada tahun 1996, sebelum dia menjadi pegawai di Breyer tiga tahun kemudian.

Menurut biografi Mahkamah Agungnya, setelah dia menghabiskan bertahun-tahun bekerja untuk perusahaan swasta, Jackson bekerja sebagai pengacara di Komisi Hukuman AS dari tahun 2003 hingga 2005. Dia kemudian menjabat sebagai asisten pembela umum federal di Washington, sebelum kembali ke praktik pribadi pada 2007.

Pada 2012, Presiden Barack Obama saat itu menominasikan Jackson ke Pengadilan Distrik AS di Washington, di mana dia bertugas dari 2013 hingga 2021.

Pencalonannya ke pengadilan tinggi tidak hanya didukung oleh kelompok-kelompok progresif, tetapi juga oleh mantan Ketua DPR Paul Ryan, seorang Republikan dan kerabat Jackson. Untuk diketahui, saudara kembar suaminya menikah dengan saudara ipar Ryan.

"Politik kami mungkin berbeda, tetapi pujian saya untuk kecerdasan Ketanji, untuk karakternya, dan untuk integritasnya, tidak diragukan lagi," tweet Ryan setelah pencalonannya.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Putuskan Warga Amerika Boleh Bawa Senjata di Depan Umum

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
MA dan KPK Gelar Peningkatan...
MA dan KPK Gelar Peningkatan Integritas, Patrialis Akbar : Hakim Harus Jaga 3 Hal Agar Tak Jual Putusan
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved