Liga Arab: Aneksasi Israel atas Tanah Palestina Bisa Picu Perang Besar

Kamis, 25 Juni 2020 - 17:27 WIB
loading...
Liga Arab: Aneksasi...
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dalam pertemuan DK PBB mengatakan bahwa aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat akan mengobarkan ketegangan dan membahayakan perdamaian di Timur Tengah. Foto/REUTERS
A A A
KAIRO - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengatakan bahwa aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat akan mengobarkan ketegangan dan membahayakan perdamaian di Timur Tengah. Gheit menyebut, aneksasi ini juga dapat memicu perang, di dalam dan luar wilayah tersebut.

Gheit, dalam pertemuan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (25/6/2020), mengatakan aneksasi juga akan memiliki konsekuensi yang lebih luas pada keamanan internasional di seluruh dunia.

( Baca juga: Israel Blokir Jalan-jalan Lokal Tepi Barat Menuju Lembah Jordan )

"Jika diimplementasikan, rencana aneksasi Israel tidak hanya akan merusak peluang perdamaian hari ini, tetapi juga akan menghancurkan prospek perdamaian di masa depan," katanya dalam pertemuan tersebut.

"Palestina akan kehilangan kepercayaan pada solusi yang dinegosiasikan, saya khawatir orang Arab juga akan kehilangan minat pada perdamaian regional. Sebuah realitas kelam baru akan mengatur vis a vis konflik ini dan di wilayah pada umumnya," sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pertemuan itu mendesak Israel membatalkan rencana pencaplokannya, sebuah seruan yang digemakan oleh hampir seluruh peserta pertemuan lainnya, termasuk sejumlah menteri dan wakil menteri.

( Baca juga: Komnas HAM Minta Presiden Batalkan Pembahasan Rancangan Perpres Tugas TNI )

"Aneksasi akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, dengan sangat membahayakan prospek solusi dua negara dan melemahkan kemungkinan pembaruan perundingan," ujar Guterres.

Guterres mendesak Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE) dan Rusia untuk segera mengambil peran mediasi mereka bersama dengan PBB sebagai bagian dari kuartet Timur Tengah dan menemukan kerangka kerja yang saling menguntungkan bagi para pihak untuk terlibat kembali, tanpa prasyarat, dengan PBB dan negara-negara utama lainnya.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Putra Mahkota Arab Saudi:...
Putra Mahkota Arab Saudi: Israel Lakukan Genosida ke Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved