Putra Diktator Marcos Dilantik sebagai Presiden Filipina, Puji Rezim Ayahnya
Kamis, 30 Juni 2022 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Dengan ibunya; Imelda Macros (92), duduk beberapa meter darinya, Bongbong memuji rezim mendiang ayahnya, yang oleh para kritikus digambarkan sebagai periode gelap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan korupsi.
"Saya pernah mengenal seorang pria yang melihat sedikit yang telah dicapai sejak kemerdekaan...Dia menyelesaikannya," kata Bongbong setelah dilantik, mengeklaim ayahnya membangun lebih banyak jalan dan menghasilkan lebih banyak beras daripada gabungan semua pendahulunya.
"Begitu juga dengan putranya. Anda tidak akan mendapat alasan dari saya," paparnya, seperti dikutip AFP.
Menjelang pengambilan sumpah, Duterte menerima Bongbong di Istana Kepresidenan Malacanang—tempat keluarga Marcos melarikan diri ke pengasingan 36 tahun lalu.
Duterte (77) mengenakan masker dan kemeja formal tradisionalnya, dengan ciri khas tidak dikancing di bagian atas dan dengan lengan digulung, untuk pertemuan dengan Bongbong, yang pernah dia gambarkan "lemah".
Upacara itu dilakukan beberapa hari setelah Mahkamah Agung menolak upaya terakhir untuk mendiskualifikasi Bongbong dari pemilihan presiden dan mencegahnya menjabat.
Ketika kenaikan harga menekan ekonomi yang sudah dirusak oleh COVID-19, Bongbong menjadikan penanganan inflasi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan produksi pangan sebagai prioritasnya.
"Saya pernah mengenal seorang pria yang melihat sedikit yang telah dicapai sejak kemerdekaan...Dia menyelesaikannya," kata Bongbong setelah dilantik, mengeklaim ayahnya membangun lebih banyak jalan dan menghasilkan lebih banyak beras daripada gabungan semua pendahulunya.
"Begitu juga dengan putranya. Anda tidak akan mendapat alasan dari saya," paparnya, seperti dikutip AFP.
Menjelang pengambilan sumpah, Duterte menerima Bongbong di Istana Kepresidenan Malacanang—tempat keluarga Marcos melarikan diri ke pengasingan 36 tahun lalu.
Duterte (77) mengenakan masker dan kemeja formal tradisionalnya, dengan ciri khas tidak dikancing di bagian atas dan dengan lengan digulung, untuk pertemuan dengan Bongbong, yang pernah dia gambarkan "lemah".
Upacara itu dilakukan beberapa hari setelah Mahkamah Agung menolak upaya terakhir untuk mendiskualifikasi Bongbong dari pemilihan presiden dan mencegahnya menjabat.
Ketika kenaikan harga menekan ekonomi yang sudah dirusak oleh COVID-19, Bongbong menjadikan penanganan inflasi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan produksi pangan sebagai prioritasnya.
Lihat Juga :