Partai Republik AS Ingin Dirikan Israel Raya, Larang Pembentukan Negara Palestina

Kamis, 30 Juni 2022 - 17:45 WIB
loading...
A A A
Setelah beberapa dekade pembersihan etnis, penarikan kembali perbatasan secara artifisial dan pengendalian populasi berdasarkan siapa yang Yahudi dan bukan Yahudi, Israel telah merebut kendali penuh atas wilayah yang mencakup barat Sungai Yordan hingga Laut Mediterania. Saat ini, sebanyak 12 juta orang tinggal di wilayah Palestina Bersejarah, tetapi hak penuh diberikan oleh negara pendudukan hanya kepada orang Yahudi.

Sebanyak 6 juta orang non-Yahudi yang tersisa menjadi sasaran berbagai bentuk diskriminasi rasial, tergantung pada tempat tinggal mereka. Sementara non-Yahudi ditolak kesetaraan penuh dengan orang Yahudi di mana pun mereka tinggal, 1,8 juta warga Palestina-Israel, misalnya, memiliki hak lebih dari orang Palestina di setiap zona lain dari kontrol Israel.

Meskipun mereka menghadapi berbagai bentuk diskriminasi rasial, warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki diberikan status yang relatif lebih baik daripada warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, di mana penduduk asli telah dikurung dalam "penjara terbuka".

Juga, kebijakan rasis yang diabadikan dalam hukum Israel menyangkal hak sekitar 6 juta pengungsi Palestina untuk kembali ke wilayah tempat mereka diusir beberapa dekade lalu.

Hukum yang sama, bagaimanapun, mengizinkan setiap orang Yahudi di seluruh dunia untuk "kembali" dan menetap di bagian mana pun di Palestina, meskipun tidak memiliki hubungan langsung dengan tanah itu, selain klaim dalam Alkitab tentang Kejadian.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Laporan: Sebut Ancaman...
Laporan: Sebut Ancaman Kedaulatan, AS Ambil Langkah Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei 90% Telah Lenyap
Rekomendasi
Istri Sirinya Mau Lahiran,...
Istri Sirinya Mau Lahiran, Vicky Prasetyo Minta Doa
Pastikan MPLS 2026 Aman...
Pastikan MPLS 2026 Aman untuk Murid Baru, Wamendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
Berita Terkini
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved