Partai Republik AS Ingin Dirikan Israel Raya, Larang Pembentukan Negara Palestina

Kamis, 30 Juni 2022 - 17:45 WIB
loading...
Partai Republik AS Ingin...
Partai Republik di Texas, Amerika Serikat, menyerukan pendirian Negara Israel Raya dengan melarang pembentukan Negara Palestina. Foto/KXAN/YouTube
A A A
TEXAS - Partai Republik di Texas, Amerika Serikat (AS), menyetujui platform kontroversial yang menyerukan pembentukan Negara Israel Raya dan melarang pembentukan Negara Palestina .

Platform itu disetujui oleh 5.100 delegasi di Houston pada Sabtu pekan lalu. Mereka menyerukan larangan pembentukan Negara Palestina di dalam perbatasan historis Israel dengan alasan akan membahayakan keamanan Israel.

Platform itu juga akan memaksa pemerintah Israel saat ini untuk menyerahkan "tanah pemberian Tuhan" kepada orang-orang Yahudi, sebuah argumen yang merujuk pada Alkitab tentang Kejadian.

Sedangkan ide Negara Israel Raya yang dimaksud dalam platform Partai Republik atau Grand of Party (GOP) adalah negara yang diperluas, yang dominasi etnis-nasionalis Yahudi, ke setiap inci dari wilayah Palestina Bersejarah.

Platform partai tidak serta merta membentuk kebijakan pemerintah Amerika bahkan ketika sebuah partai mengendalikan semua cabang, seperti yang dilakukan Partai Republik di Texas.

Konvensi platform itu didominasi oleh para aktivis yang kerap mempertaruhkan posisi lebih ekstrem dari pemilih rata-rata.

Baca juga: 4 Masjid yang Dialihfungsikan Israel, Jadi Kelab Malam hingga Arena Judi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved