Penangkapan Jurnalis Muslim di India Picu Kemarahan Baru

Selasa, 28 Juni 2022 - 17:51 WIB
loading...
Penangkapan Jurnalis...
Jurnalis Muslim India Mohammed Zubair sering menyoroti marjinalisasi minoritas Muslim di India. Foto/Mohammed Zubair/Twitter
A A A
NEW DELHI - Kepolisian di ibu kota India, New Delhi, menangkap seorang jurnalis Muslim pada Senin malam (27/6/2022) karena dituding melukai sentimen agama.

Penangkapan itu banyak dikecam sebagai contoh terbaru dari menyusutnya kebebasan pers di era pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Mohammed Zubair, salah satu pendiri situs pemeriksa fakta Alt News, ditangkap karena tweet yang menurut polisi sengaja menghina "dewa agama tertentu."

Baca juga: Rusia: Kebakaran Mal Karena Ledakan Amunisi Barat di Dekatnya

Perwira polisi senior KPS Malhotra mengatakan kasus itu didaftarkan setelah ada pengaduan dari pengguna Twitter dan Zubair ditahan selama satu hari.

Jurnalis di seluruh India semakin menjadi sasaran karena pekerjaan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa orang telah ditangkap dengan tuntutan pidana yang ketat atas posting di media sosial, di mana mereka secara rutin menghadapi ancaman dan trolling.

Baca juga: Presiden Jokowi Masuk Ukraina Melalui Polandia

Akun Twitter beberapa jurnalis dan situs berita juga telah diblokir atas perintah pemerintah.

Insiden itu segera memicu gelombang kemarahan baru, dengan para aktivis, jurnalis, dan politisi oposisi turun ke media sosial untuk mengecamnya sebagai pelecehan terhadap pers sambil menyerukan pembebasan segera Zubair.

“Dalam demokrasi, di mana setiap individu memiliki hak menggunakan kebebasan berbicara dan berekspresi, tidak dapat dibenarkan bahwa undang-undang yang ketat seperti itu digunakan sebagai alat untuk melawan jurnalis,” papar pernyataan DIGIPUB, jaringan organisasi berita digital India.

“Menangkap satu suara kebenaran hanya akan membangkitkan seribu suara lagi,” tulis pemimpin oposisi Partai Kongres Rahul Gandhi di Twitter.

Pratik Sinha, salah satu pendiri Alt News, mengatakan Zubair ditangkap tanpa pemberitahuan dari polisi, yang merupakan kewajiban menurut undang-undang untuk bagian di mana dia ditahan.

Didirikan pada 2017 sebagai organisasi nirlaba, Alt News adalah situs web berita pengecekan fakta paling terkemuka di India dan telah mendapatkan reputasi untuk pelaporannya tentang ujaran kebencian dan menyanggah informasi yang salah, terutama oleh nasionalis Hindu.

Para pendirinya sering menghadapi trolling online dan ancaman oleh kelompok sayap kanan, beberapa dari mereka terkait dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

Beberapa kasus serupa telah diajukan terhadap Zubair di masa lalu.

“Awal bulan ini, polisi mendakwanya karena menyebut beberapa biksu Hindu sebagai ‘pembenci’,” ungkap laporan situs berita The Wire.

Para biksu Hindu di India telah membuat pernyataan yang menghasut tentang Muslim dan setidaknya salah satu dari mereka telah menyerukan “genosida” terhadap komunitas minoritas.

Para biksu ditangkap dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Zubair juga termasuk di antara jurnalis pertama yang menyoroti komentar kontroversial yang dibuat oleh juru bicara BJP yang sekarang ditangguhkan tentang Nabi Muhammad yang menciptakan pertikaian diplomatik pada pemerintahan Modi.

Pemerintah India menjauhkan diri dari komentar juru bicara itu setelah memicu reaksi besar-besaran dari banyak negara Muslim di dunia.

Peringkat India turun delapan peringkat menjadi rangking 150 di antara 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers tahun ini yang diterbitkan kelompok pengawas Reporters Without Borders.

“Wartawan India yang terlalu kritis terhadap pemerintah menjadi sasaran pelecehan dan kampanye serangan habis-habisan,” papar laporan edisi 2022.

Laporan itu menambahkan, wartawan secara teratur dihadapkan pada kekerasan polisi dan peningkatan pembalasan dari pejabat.

Penangkapan Zubair terjadi dua hari setelah pengacara dan aktivis hak asasi manusia Teesta Setalvad ditangkap sayap anti-terorisme kepolisian negara bagian Gujarat.

Setalvad ditangkap pada Sabtu karena diduga "melakukan pemalsuan bukti" dalam kasus tentang kerusuhan anti-Muslim tahun 2002 di negara bagian Gujarat.

Modi, yang saat itu menjabat sebagai kepala menteri Gujarat, telah membantah tuduhan terhadapnya, dan telah dibebaskan dari keterlibatan setelah penyelidik pemerintah dan pengadilan memutuskan tidak ada bukti yang memberatkan Modi.

Setalvad telah lama berkampanye untuk mendapatkan keadilan bagi para korban kerusuhan di mana hampir 1.000 orang, kebanyakan dari mereka Muslim, tewas.

Penangkapannya dikecam kelompok hak asasi global seperti Human Rights Watch dan Amnesty International.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved