AS Beli Senjata Canggih untuk Ukraina, Rusia Patut Waspada

Senin, 27 Juni 2022 - 15:04 WIB
loading...
AS Beli Senjata Canggih...
Sistem rudal anti-pesawat NASAMS yang dikembangkan Norwegia. Foto/kongsberg
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana mengumumkan segera setelah pekan ini bahwa mereka telah membeli “sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara jarak menengah-ke-jauh yang canggih” untuk Ukraina.

Sejumlah kantor berita melaporkan hal itu pada Minggu dan Senin (27/6/2022), mengutip orang-orang yang akrab dengan informasi itu.

Associated Press (AP) mengutip satu sumber yang mengatakan senjata yang dimaksud adalah sistem rudal anti-pesawat NASAMS yang dikembangkan Norwegia.

Baca juga: Serbia: Banyak Negara Uni Eropa Sedang Perang Langsung dengan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta NASAMS dikirim ke negaranya ketika dia berbicara di parlemen Norwegia pada akhir Maret.

Dikatakan bahwa Washington juga akan memasok Kiev dengan amunisi artileri tambahan dan radar kontra-baterai.

Baca juga: Kepala Intelijen Ukraina: Putin Akan Meninggal dalam 2 Tahun karena Sakit

Berita itu muncul ketika para pemimpin Grup Tujuh (G7), yang terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, bertemu di Jerman untuk mengoordinasikan bantuan lebih lanjut ke Ukraina dan sanksi terhadap Rusia.

AS dan negara-negara NATO lainnya semakin banyak menyediakan senjata berat ke Ukraina, termasuk berbagai sistem rudal, pesawat tak berawak, dan kendaraan lapis baja, setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di negara itu pada akhir Februari.

Awal bulan ini, Presiden AS Joe Biden meluncurkan paket bantuan militer senilai USD700 juta lebih lanjut ke Ukraina.

Bantuan itu mencakup peluncur roket ganda HIMARS, rudal anti-tank yang ditembakkan dari bahu Javelin, dan helikopter Mi-17.

Moskow sebelumnya menuduh Barat "membanjiri" Ukraina dengan senjata dan memperingatkan bahwa setiap persenjataan asing di tanah Ukraina akan diperlakukan sebagai target yang sah.

Meningkatnya persenjataan canggih yang dikirim Barat ke Ukraina membuat Rusia harus waspada dengan potensi serangan balik dari Kiev dalam konflik tersebut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved