Rusia Klaim Berhasil Kuasai Severodonetsk

Minggu, 26 Juni 2022 - 07:38 WIB
loading...
Rusia Klaim Berhasil...
Rusia mengumumkan kota Severodonetsk telah berhasil dikuasai. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
MOSKOW - Kota besar Severodonetsk telah berada di bawah kendali penuh Republik Rakyat Lugansk. Demikian pernyataan juru bicara militer Rusia , Letnan Jenderal Igor Konashenkov, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Dia mengatakan kota-kota Severodonetsk dan Borovskoye, bersama dengan pemukiman Voronovo dan Sirotino, telah "benar-benar dibebaskan" setelah operasi ofensif yang berhasil oleh pasukan republik, yang didukung oleh pasukan Rusia.

"Pengumuman hari ini berarti seluruh wilayah tepi kiri sungai Seversky Donets di dalam perbatasan Republik Rakyat Lugansk telah berada di bawah kendali penuhnya,” tambah juru bicara militer Rusia itu seperti dilansir dari Russia Today, Minggu (26/6/2022).

Awal bulan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Severodonetsk sebagai “pusat konfrontasi di Donbass.”

“Dalam banyak hal, nasib Donbass kita ditentukan di sana,” katanya pada saat itu.

Baca juga: Zelensky Gantungkan Nasib Ukraina Timur Pada Pertempuran Kota Severodonetsk

Pada hari Jumat, Sergey Gaidai, yang dianggap Ukraina sebagai kepala Wilayah Lugansk, mengumumkan bahwa pasukan negara itu telah diperintahkan untuk meninggalkan Severodonetsk. Sebelumnya, dia mengatakan bahwa 90% dari kota telah hancur.

Bacajuga: Pasukan Ukraina Disuruh Mundur dari Severodonetsk

Dengan perang di Ukraina melewati empat bulan pada hari Jumat, pasukan Rusia terus merebut wilayah di Donbass.

Awal bulan ini, seorang komandan tinggi Ukraina, Volodymyr Karpenko, mengungkapkan bahwa negaranya telah kehilangan hingga 50% dari stok senjata beratnya, termasuk 400 tank, sejak peluncuran serangan Rusia pada akhir Februari.

Pengumuman Karpenko datang segera setelah pembantu presiden Ukraina Alexey Arestovich mengungkapkan bahwa angkatan bersenjata negara itu telah kehilangan sekitar 10.000 personel. Bagaimanapun dia mengklaimbahwa kerugian Moskow beberapa kali lebih besar.

Arestovich tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya. Angka-angka yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia mengenai kerugian Angkatan Darat Ukraina secara signifikan lebih tinggi daripada yang dikutip oleh Arestovich yaitu 23.367, pada 18 April.

Moskow sendiri belum mengungkapkan kerugian terbarunya terkait dengan peralatan atau personel.

Baca juga: Wali Kota Akui Severodonetsk Sudah Diduduki Sepenuhnya oleh Tentara Rusia

Rusia menyerang negara tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan akhirnya Moskow memberikan pengakuan atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis itu dirancang untuk memberikan status khusus kepada dua wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Rekomendasi
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved