TV Rusia Ledek AS saat Moskow Raup Untung dari Minyak: Biden Itu Agen Kami

Sabtu, 25 Juni 2022 - 07:34 WIB
loading...
A A A
"Kelihatannya tidak masuk akal," katanya lagi.

Sementara itu, Rusia telah melihat pendapatan berbasis minyak yang sangat besar karena harga bensin di AS, sementara baru-baru ini menunjukkan sedikit penurunan, terus melayang di sekitar USD5 per galon secara nasional dan inflasi tetap pada level tertinggi 40 tahun.

Sebuah laporan dari Centre for Research on Energy and Clean Air, sebuah organisasi penelitian independen yang berlokasi di Finlandia, menunjukkan bahwa Putin menghasilkan lebih banyak uang dari ekspor minyak selama 100 hari pertama perang daripada yang dihabiskan negaranya untuk berperang di Ukraina.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Rusia menghasilkan 93 miliar euro—atau sekitar USD97 miliar—yang berarti sekitar USD1 miliar setiap hari dalam ekspor bahan bakar fosil.

Pemerintahan Biden terus-menerus menyalahkan Putin dan Rusia atas gejolak ekonomi di AS, meskipun awal pekan ini Ketua Federal Reserve Jerome Powell, ketika ditanyai oleh seorang anggota Parlemen Partai Republik selama sidang Senat, mengatakan bahwa inflasi AS yang tinggi terjadi sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara AS telah melarang semua impor minyak dan gas Rusia, komentator TV pemerintah Rusia telah menyatakan bahwa sanksi dapat dicabut pada gandum sebagai langkah untuk mencegah kelaparan global.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved