MA Amerika Putuskan Warga AS Berhak Bawa Pistol di Tempat Umum, Biden Marah
Jum'at, 24 Juni 2022 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Joe Biden mengecam putusan Mahkamah Agung, dengan mengatakan: "Itu bertentangan dengan akal sehat dan Konstitusi, dan sangat menyusahkan kita semua."
“Kita harus berbuat lebih banyak sebagai masyarakat—tidak kurang—untuk melindungi sesama warga Amerika kita,” kata Biden.
"Saya meminta orang Amerika di seluruh negeri untuk membuat suara mereka didengar tentang keamanan senjata," imbuh Biden, seperti dikutip AFP, Jumat (24/6/2022).
Meskipun seruan yang berkembang untuk pembatasan senjata api setelah dua penembakan massal yang mengerikan pada bulan Mei, Mahkamah Agung memihak para pendukung yang mengatakan Konstitusi AS menjamin hak untuk memiliki dan membawa senjata.
Putusan itu adalah yang pertama oleh Mahkamah Agung dalam kasus Amandemen Kedua besar dalam lebih dari satu dekade, ketika memutuskan pada 2008 bahwa orang Amerika memiliki hak untuk menyimpan senjata di rumah untuk membela diri.
Itu adalah kemenangan yang menakjubkan bagi kelompok lobi Asosiasi Senapan Nasional (NRA), yang membawa kasus tersebut bersama dengan dua pria New York yang telah ditolak izin kepemilikan senjatanya.
“Kita harus berbuat lebih banyak sebagai masyarakat—tidak kurang—untuk melindungi sesama warga Amerika kita,” kata Biden.
"Saya meminta orang Amerika di seluruh negeri untuk membuat suara mereka didengar tentang keamanan senjata," imbuh Biden, seperti dikutip AFP, Jumat (24/6/2022).
Meskipun seruan yang berkembang untuk pembatasan senjata api setelah dua penembakan massal yang mengerikan pada bulan Mei, Mahkamah Agung memihak para pendukung yang mengatakan Konstitusi AS menjamin hak untuk memiliki dan membawa senjata.
Putusan itu adalah yang pertama oleh Mahkamah Agung dalam kasus Amandemen Kedua besar dalam lebih dari satu dekade, ketika memutuskan pada 2008 bahwa orang Amerika memiliki hak untuk menyimpan senjata di rumah untuk membela diri.
Itu adalah kemenangan yang menakjubkan bagi kelompok lobi Asosiasi Senapan Nasional (NRA), yang membawa kasus tersebut bersama dengan dua pria New York yang telah ditolak izin kepemilikan senjatanya.
Lihat Juga :