PBB: Turki Kemungkinan Terbaik Kirim Tim Penyelamat ke Afghanistan

Kamis, 23 Juni 2022 - 05:45 WIB
loading...
PBB: Turki Kemungkinan...
Taliban mengerahkan helikopter yang jumlahnya terbatas untuk mengevakuasi korban gempa yang terluka parah. Foto/REUTERS/BAKHTAR
A A A
KABUL - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak memiliki kemampuan pencarian dan penyelamatan di Afghanistan dan Turki "dalam posisi terbaik" untuk menyediakannya.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Utusan PBB di Afghanistan Ramiz Alakbarov setelah gempa mematikan di Afghanistan pada Rabu (22/6/2022).

"Kami membicarakannya dengan kedutaan besar Turki di sini dan mereka menunggu permintaan resmi," ungkap Ramiz Alakbarov.

Baca juga: KBRI Sebut Sejauh Ini Tak Ada WNI Jadi Korban Gempa Afghanistan

“Kami akan dapat membuat permintaan seperti itu hanya setelah diskusi dengan otoritas de facto dan berdasarkan pada kenyataan di lapangan,” ujar dia.

Korban tewas akibat gempa di Afghanistan mencapai 1.000 orang, menurut pejabat manajemen bencana, dengan lebih dari 1.500 orang terluka.

Baca juga: Korban Jiwa Gempa Bumi Afghanistan Tembus 1.000 Orang, 1.500 Terluka

Jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring informasi mengalir dari desa-desa pegunungan terpencil yang terkena dampak gempa.

Alakbarov yang berbicara dari Kabul mengatakan, “Meski Taliban belum secara resmi meminta bantuan dari tim pencarian dan penyelamatan internasional, PBB telah meminta negara-negara di kawasan itu untuk melihat apakah mereka bersedia mengerahkan kapasitas seperti itu.”

“Tim kami tidak memiliki peralatan khusus untuk mengeluarkan orang dari bawah reruntuhan. Ini sebagian besar harus bergantung pada upaya otoritas de-facto, yang juga memiliki batasan tertentu dalam hal itu,” ujar dia.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?

Alakbarov mengatakan tidak jelas seberapa baik posisi Taliban untuk beroperasi dan mengerahkan mereka ke daerah pegunungan yang dilanda gempa.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengirimkan sekitar 10 ton pasokan medis penting ke wilayah tersebut dan mengerahkan 20 tim kesehatan medis,” papar dia.

Dia menambahkan bahwa penilaian cepat terhadap situasi sedang dilakukan dan setidaknya diperlukan USD15 juta segera. Angka itu kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved